oleh

Tolak UU Ominibus Law, Habib Umar Assegaf Ajak Polisi Buka Baju

Lampung, Detiknews.Id—Ratusan masa yang terdiri dari Forum Suara Masyarakat Lampung mengelar aksi penolakan UU Omnibus Law yang telah di sahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI)  pada tanggal (05/10/20). Atas disahkannya UU Omnibus Law menuai kecaman keras dari berbagai organisasi masyarakat Indonesia. Dimana acara dilaksanakn di tugu Adipura Bandar Lampung, Jumat (16/10/20).

info DetikNews.ID

lanjut baca berita

 

Menurut Ustadz, Ansori dalam orasinya mengatakan, UU Ominibus Law itu sangat  berpengaruh kepada tenaga buruh di Indonesia. Dimana di dalam UU itu sangat merugikan pihak buruh kedepan.

 

“Kami hari ini yang tergabung dari Forum Suara Masyarakat Lampung menolak UU Omnibus Law. Dilihat didalam UU itu di duga akan merugikan nasib bangsa kedepan,” ujarnya.

 

Dikatakan Ustadz Ansori, sejauh ini kami sangat mendukung berbagai kegiatan yang dijalankan oleh pihak pemerintah. Namun dengan disahkannya UU Omnibus Law ini kami sangat menyayangkan kepada wakil rakyat. Disinilah kami menilai matinya keadilan di bangsa indonesia yang kita cintai.

 

“Selagi darah kami masih mengalir di tubuh, maka kami tidak akan diam untuk menegakan keadilan di negeri ini,” tegasnya.

 

“Kami masyarakat (Lampung-red) tidak tidur jika melihat kezoliman yang menimpa dinegeri ini,” tuturnya.

 

Sementara dalam orasinya Habib Umar Assegaf mengatakan, kami sangat menyesalkan matinya rasa para pemimpin dan anggota dewan di negeri ini yang telah mengesahkan RUU Omnibus Law menjadi undang undang.

 

“Jika permintaan kita tidak di indahkan, maka saya mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk  Revolusi turunkan presiden dari jabayannya,” ujarnya.

 

Selain itu, Habib Umar Assegaf mengajak pihak Polisi buka baju, untuk sama-sama turun melawan kezoliman. “Hei pak polisi jika UU Omnibus Law ini diberlakukan kalian punya anak bagaimana nasib anak-anak kalian kedepan,” tegas tegas Imam Daerah FPI Lampung.

 

Masih kata Habib Umar Assegaf,  UU Ominibus Law ini sangat berpengaruh dengan nasib bangsa Indonesia kedepan terutama dengan tenaga buruh yang berkeja keras dalam memenuhi kebutuhan disetiap harinya. Apalagi saat ini harus berhadapan dengan virus Covid- 19 yang belum teratasi oleh pemerintah.

 

“Seharusnya pemerintah saat ini bagaimana upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Menurutnya, dengan adanya virus  itu, justru membuat suatu keterbatasan rakyat indonesia dalam beraktivitas setiap harinya. Dengan kondisi ekonomi saat ini terancam,” pungkasnya. (Peb)

DIRGAHAYU TNI 75

Komentar

Berita Terkait