oleh

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Sainan wafat Derita Benjolan di Leher, Hanya Dirawat di Rumah Pribadinya

Belitung,Detiknews.id — Turut berduka cita, telah meninggal dunia Sainan warga Desa Air Ketekok, Almarhum menderita benjolan pada lehernya yang terus membesar, yang sebelumnya telah ditayangkan di Detiknews.id edisi Ahad tanggal 20 September 2020 dengan judul “Jenguk Sainan, Teguh Trinanda; Evaluasi dan Perbaikan Program ‘SEHATI’ Bisa Segera Direalisasikan”

info DetikNews.ID

lanjut baca berita

Koordinator Gerakan Masyarakat Belitung, Teguh Trinanda S.H bersama Kades Air Ketekok sempat menjenguk Almarhum Sainan yang menderita benjolan di lehernya beberapa waktu yang lalu.

Teguh saat itu menyoroti salah satu program Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung yang menjadi point dari SEPULTURA yaitu Evaluasi dan Perbaikan program SEHATI untuk bisa segera direalisasikan.

“Beberapa waktu yang lalu sempat Saya jenguk bersama Pak Kades Antoni Pahay. Almarhum Pak Sainan terakhir berobat di Rumah Sakit Marsidi Judono (RSMJ) Tanjungpandan Kabupaten Belitung, namun belum bisa diketahui apa penyebab sakitnya, dan tidak bisa ditangani. Karena kondisi yang terus menurun, Pak Sainan hanya dirawat dirumah pribadi. Inilah adalah bukti, jika ditanya seberapa penting apa yang telah Kami sampaikan didalam ‘ SEPULTURA ‘ (Sepuluh Tuntutan Rakyat) Khusus Point No. 5 tentang Evaluasi & Perbaikan Program Kesehatan atau Program SEHATI,”ujarnya kepada Detiknews.id melalui WhatsAppnya.Ahad (04/09/2020).

Teguh mengatakan, belum sempat dirujuk ke Jakarta dan belum sempat menggalang bantuan dana untuk bisa membantu.

“Sabtu Sore, 03 Oktober 2020 Saya sempat kembali menjenguk, dan sudah berencana untuk menggalang dana bantuan. Pak Sainan lebih dulu dipanggil Yang Maha Kuasa pada hari ini,Ahad 04 Oktober 2020 Pukul 00.20 WIB. Mohon Do’anya Semoga Almarhum diterima disisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dan Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin Ya Rabbalalamin,”ucap Teguh.

Menurut Teguh, apa yang disampaikan didalam ‘SEPULTURA’ jelas bukan candaan. “Ini adalah ‘ Masalah Kita Bersama ‘ yang harus sangat segera diselesaikan. Masih banyak keterbatasan RSMJ Tanjungpandan Kabupaten Belitung, baik dari sisi Fasilitas maupun SDM harus jujur diakui. Perbaikan Program Rujukan ke Jakarta harus sangat segera dilakukan. Karena hampir setiap minggu selalu ada saja, Pasien yang terpaksa harus dirujuk ke Jakarta. Ini Fakta yang didapat selama kurang lebih tiga tahun, Saya aktif membantu mulai dari akhir 2017 sebelum ada program SEHATI sampai saat ini tahun 2020,”bebernya.

Teguh Trinanda S.H menyebutkan Ia sangat marah dan kecewa, karena ada beberapa orang yang justru menganggap apa yang di sampaikan didalam SEPULTURA itu tidak begitu penting, bahkan Kata Dia banyak Fitnah yang Ia dapatkan.(Salis)

DIRGAHAYU TNI 75

Komentar

Berita Terkait