PURANA dan PURAGRAPH Tur Nasional, Liveable Art Soirée Gandeng Anton Afganial
Tur Nasional dengan semangat kreatif Yogyakarta, dengan destinasi gaya hidup premium di Jakarta
PURANA dan PURAGRAPH, menggandeng Anton Afganial di Tur Nasional / M9
Detiknews.id Jakarta – PURANA dan PURAGRAPH, merek fesyen lokal yang mendunia. Menggelar tur nasional bertajuk “Liveable Art Soirée”, kolaborasi eksklusif bersama Desainer juga Seniman visual Anton Afganial. Tur yang berlangsung, mulai Juni hingga Juli 2026. Semangat kreatif Yogyakarta, dengan destinasi gaya hidup premium di Jakarta.
Model PURANA dan PURAGRAPH, dengan goresan seni Anton Afganial / M9
Mengusung inspirasi dari karya lukisan Anton Afganial berjudul Abundance. Kolaborasi tersebut memadukan dunia mode kontemporer, arsitektur, dan seni visual. Dalam satu konsep yang mengusung filosofi “seni yang dapat dikenakan”atau liveable art.
PURANA, menampilkan koleksi bergaya resort-luxe dengan siluet mengalir, teknik lipit khas, serta motif penuh warna yang mengadaptasi sapuan kuas ekspresif dari karya Abundance.
PURAGRAPH, menawarkan interpretasi berbeda melalui busana monokrom hitam-putih bergaya dekonstruktif, mengandalkan konstruksi struktural dan aplikasi patch karya seni Anton sebagai elemen utama.
Pendiri sekaligus Creative Director PURANA, Nonita Respati, menuturkan konsep Liveable Art, merupakan upaya menghadirkan cerita melalui busana yang dikenakan sehari-hari.
“Seni yang Dapat Dihayati adalah tentang menceritakan kisah melalui apa yang kita kenakan. Melalui lensa ekspresif Anton, aliran PURANA dan PURAGRAPH dalam dekonstruksi monokrom, menemukan suara yang seimbang dan terpadu. Dengan menyematkan sapuan ‘Abundance’ ke dalam motif dasar kami, kami menciptakan seni yang tidak hanya dinikmati. Tetapi juga dapat dijalani setiap hari,” ujar Nonita.
Sementara itu, Desainer Utama PURAGRAPH Maritza Putri, menjelaskan bahwa koleksi monokrom, menjadi fondasi visual yang memperkuat kehadiran karya seni Anton Afganial.
“Atasan hitam-putih polos dekonstruktif Puragraph, bertindak sebagai jangkar penting dan mendasar untuk seluruh pameran ini,” ujar Maritza Putri.
Menurutnya, konstruksi busana yang sederhana tanpa motif. Memberikan ruang bagi patch artistik berwarna cerah, untuk tampil lebih menonjol. Pendekatan tersebut juga ditujukan bagi generasi muda kreatif, yang ingin mengenakan karya seni, sebagai bagian dari identitas dan ekspresi diri.
“Fokus kami pada konstruksi mentah dan tanpa pola memberikan garis-garis yang tenang dan kuat, yang memungkinkan patch artistik Anton yang semarak menonjol, dengan kontras yang mencolok. Hal ini memungkinkan kalangan muda dan kreatif. Untuk mengenakan karya seni ini, seperti lencana kehormatan yang langka,” jelasnya.
Melalui tur nasional “Liveable Art Soirée”, PURANA dan PURAGRAPH, menghadirkan pengalaman yang mempertemukan seni visual dan fesyen. Sebagai medium ekspresi yang dapat dikenakan, sekaligus mempertegas kolaborasi lintas disiplin dalam industri kreatif Indonesia. (M9)
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
PURANA dan PURAGRAPH Tur Nasional, Liveable Art Soirée Gandeng Anton Afganial
Sabtu, 11 Juli 2026 | Redaksi DetikNews.id
Detiknews.id Jakarta – PURANA dan PURAGRAPH, merek fesyen lokal yang mendunia. Menggelar tur nasional bertajuk “Liveable Art Soirée”, kolaborasi eksklusif bersama Desainer juga Seniman visual Anton Afganial. Tur yang berlangsung, mulai Juni hingga Juli 2026. Semangat kreatif Yogyakarta, dengan destinasi gaya hidup premium di Jakarta.
Mengusung inspirasi dari karya lukisan Anton Afganial berjudul Abundance. Kolaborasi tersebut memadukan dunia mode kontemporer, arsitektur, dan seni visual. Dalam satu konsep yang mengusung filosofi “seni yang dapat dikenakan”atau liveable art.
Kolaborasi dua desain yang saling melengkapi:
PURANA, menampilkan koleksi bergaya resort-luxe dengan siluet mengalir, teknik lipit khas, serta motif penuh warna yang mengadaptasi sapuan kuas ekspresif dari karya Abundance.
PURAGRAPH, menawarkan interpretasi berbeda melalui busana monokrom hitam-putih bergaya dekonstruktif, mengandalkan konstruksi struktural dan aplikasi patch karya seni Anton sebagai elemen utama.
Pendiri sekaligus Creative Director PURANA, Nonita Respati, menuturkan konsep Liveable Art, merupakan upaya menghadirkan cerita melalui busana yang dikenakan sehari-hari.
“Seni yang Dapat Dihayati adalah tentang menceritakan kisah melalui apa yang kita kenakan. Melalui lensa ekspresif Anton, aliran PURANA dan PURAGRAPH dalam dekonstruksi monokrom, menemukan suara yang seimbang dan terpadu. Dengan menyematkan sapuan ‘Abundance’ ke dalam motif dasar kami, kami menciptakan seni yang tidak hanya dinikmati. Tetapi juga dapat dijalani setiap hari,” ujar Nonita.
Sementara itu, Desainer Utama PURAGRAPH Maritza Putri, menjelaskan bahwa koleksi monokrom, menjadi fondasi visual yang memperkuat kehadiran karya seni Anton Afganial.
“Atasan hitam-putih polos dekonstruktif Puragraph, bertindak sebagai jangkar penting dan mendasar untuk seluruh pameran ini,” ujar Maritza Putri.
Menurutnya, konstruksi busana yang sederhana tanpa motif. Memberikan ruang bagi patch artistik berwarna cerah, untuk tampil lebih menonjol. Pendekatan tersebut juga ditujukan bagi generasi muda kreatif, yang ingin mengenakan karya seni, sebagai bagian dari identitas dan ekspresi diri.
“Fokus kami pada konstruksi mentah dan tanpa pola memberikan garis-garis yang tenang dan kuat, yang memungkinkan patch artistik Anton yang semarak menonjol, dengan kontras yang mencolok. Hal ini memungkinkan kalangan muda dan kreatif. Untuk mengenakan karya seni ini, seperti lencana kehormatan yang langka,” jelasnya.
Melalui tur nasional “Liveable Art Soirée”, PURANA dan PURAGRAPH, menghadirkan pengalaman yang mempertemukan seni visual dan fesyen. Sebagai medium ekspresi yang dapat dikenakan, sekaligus mempertegas kolaborasi lintas disiplin dalam industri kreatif Indonesia. (M9)
Komentar