Tindak Pidana Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Berhasil Diungkap Polda Kepulauan Riau

Detiknews.id – Polda Kepri yang dipimpin Kapolda Irjen Pol. Andap Budhi Revianto, S.I.K melalui Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga menggelar Konferensi Pers pengungkapan tindak pidana perlindungan Pekerja Migran Indonesia bertempat di Pondopo Polda Kepri, Senin (22/10/2018).

Kegiatan Konferensi Pers tersebut, Kabidhumas Polda Kepri turut didampingi Dirpolairud Polda Kepri, Kasubditgakkum Ditpolairud Polda Kepri, Wadan KP Baladewa 8002 dan Para Awak Media cetak, Elektronik dan Online.

Pada kesempatan tersebut, Kabidhumas Polda Kepri menyampaikan kejadian bermula pada hari Kamis tanggal 18 Oktober 2018, Pukul 19.00 WIB, Patroli rutin Kapal PoIisi Baladewa 8002 Ditpolair Baharkam Polri telah berhasil mengagalkan pengiriman Pekerja Migran Indonesia illegal disebuah rumah penampungan di PuIau Seribu Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa Perairan Nongsa Batam, setelah di Iakukan pemeriksaan ditemukan 12 (dua belas) orang Pekerja Migran Indonesia illegal yang akan diberangkatkan ke Negara Malaysia tanpa dokumen yang sah beserta 2 (satu) unit Speed Boat.

Pekerja Migran Indonesia illegal yang diamankan ke Negara Malaysia, 11 (sebelas) orang laki laki dan 1 (satu) orang perempuan dan petugas berhasil mengamankan empat tersangka diantaranya U Bin H (67 Tahun) selaku nakhoda 1 Speed Boat, A (56 Tahun) selaku penjaga Pekerja Migran Indonesia illegal di rumah penampungan, M Als B (70 Tahun) PemiIik rumah penampungan sementara dan Pemilik Speed Boat, A B Bin A J (42 Tahun) selaku yang pengurus Pekerja Migran Indonesia illegal untuk diberangkatkan ke Negara Malaysia, dan PS Als A (41 Tahun) selaku yang meminta uang keamanan dari Pekerja Migran Indonesia illegal sebesar Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) per orang.

Dengan barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya 1 (satu) unit Speedboat kayu tanpa nama warna kuning bermesin tempel merk Yamaha 40 PK dan 1 (satu) unit Speed Boat berwarna Biru bermesin tempel merk Yamaha 3 X 200 PK.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 81 jo pasal 69 jo pasal 86 huruf c jo pasal 72 huruf c *Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, ujar Kabid Humas Polda Kepri.

(Manurung)

Komentar

Berita Terkait