oleh

Tim Cobra Polres Lumajang, Amankan Pelaku Pembunuhan Salah Sasaran

Detiknews.id Lumajang –  Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH,  memimpin langsung rekonstruksi pembunuhan salah sasaran yang terjadi pada tanggal 11 Juni 2019 di Jalan Desa Sombo Gucialit Lumajang.

Dalam waktu singkat, Tim Cobra Polres Lumajang berhasil menangkap Hori (43 ) warga Desa Jenggrong Klakah  Lumajang. Telah salah sasaran melakukan pembunuhan terhadap Hola (34) kakak kandungnya, warga Desa Sombo Gucialit  Lumajang.

Foto : Tersangka rekontruksi pembunuhan – detiknewsid/m9

Dalam rekonstruksi tersebut, diketahui banyak fakta, dari Holiq Sambudi (28) bersama dengan anak dan istrinya bersilaturahmi ke rumah Samad (53) Kepala Desa Sombo yang berjarak sekitar 1 km.

Dalam pernyataannya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, SH, SIK, MM, MH mengatakan, hasil rekonstruksi dari proses rekonstruksi tergambar bagaimana proses tersangka Hori melakukan pembunuhan terhadap hola. Dua kali Hori menebas punggung korban hola dengan keras dan kemudian menariknya sehingga menyebabkan luka sangat dalam dan panjang.

” Hasil  visum diketahui 4 tulang rusuk korban patah, tulang punggung juga patah dan paru-paru bocor tertembus clurit. panjang robekan punggung korban 29 cm dengan lebar 9 cm. Parahnya luka korban dapat tergambar dari proses rekonstruksi,” terangnya. Minggu (16/06/2019)

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra yang juga mendampingi Kapolres Lumajang mengatakan pihaknya masih terus mendalami kasus ini.

Foto : Barang bukti yang diamankan petugas – detiknewsid/m9

” Kasus ini sangat kompleks, mulai dari hutang piutang hingga asmara yang membumbui di dalamnya. Saya bersama Tim Cobra akan terus mendalami kasus yang cukup menggemparkan warga Lumajang ini,” terang pungkasnya.

Tempat pembunuhan ini, sendiri berada di pegunungan Gucialit yang mana sangat dekat dengan wilayah Tengger lokasi yang dikenal sebagai negeri diatas awan. Cukup disayangkan, tempat yang dianugerahi keidahan panorama yang sangat memukau di pagi hari, harus dinodai dengan darah pembunuhan salah sasaran. (M9)

Komentar

Berita Terkait