Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya Bongkar 10 Karton Pill LL Siap Edar

Detiknews.id – Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil membongkar jaringan pengedar obat obatan siap edar. Giat release dipimpin langsung oleh Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leo Simamarta, berada di Mapolrestabes Surabaya jalan Raya Sikatan Surabaya.


info

DetikNews.ID



Ada yang Menarik


lanjut baca berita


Pelaku yang berhasil ditangkap bernama KD (52) warga jalan Bratang Tangkis Surabaya dan kos di jalan Ngagel Surabaya dan AL (DPO).

Wakapolrestabes Surabaya  AKBP Leo Simamarta mengatakan, ini jaringan peredaran gelap obat obatan. Saya mengapresiasi kinerja Sat Resnarkoba dibawah pimpinan AKBP Indra Mardiana, bersama timnya bisa membongkar jaringan bersama ribuan barang bukti yang siap edar.

“Kejadian bermula KD mendapat perintah dari AL (DPO) melalui Handphone samsung untuk segera mengambil barang berupa 10 karton berisi pil LL yang dikemas dalam 10 ribu botol.

Kemudian AL (DPO) memberitahukan handphone seseorang yang akan dihubungi oleh tersangka KD, selanjutnya tersangka KD menghubungi orang itu. Dalam perjalanan mengendari mobil avanza warna hitam tersangka KD berhenti di pinggir jalan Raya Beji Bangil Pasuruan sesuai instruksi dari handphone,” tuturnya. Jum’at (30/11/2018)

Foto : Tersangka KD – detiknewsid/m9

Masih dengan AKBP Leo Simamarta, saat berhenti mendapatkan 10 karton berisi pil LL untuk dimasukkan  ke dalam mobil avanza menuju ke rumah kostnya di jalan Ngagel Surabaya untuk disimpan. Besoknya kami dari anggota Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya menggerebeknya, ” ungkapnya.

KD mengaku, saya sebelumnya pernah mengantarkan dan mengambil obat pil LL dari AL (DPO) sebanyak 2 kali dengan jumlah yang sama dengan sistem ranjau, sekali pengiriman mendapat upah sebanyak Rp.1 juta.

Foto : Barang bukti yang disita petugas – detiknewsid/m9

Barang bukti yang disita petugas berupa, 10 karton berisikan 10 ribu botol Pil LL @ 1000 Pill LL,  total  1 juta Pill LL, 1 Handphone merk Samsung, dan uang tunai Rp.130 ribu.

Akibat perbuatannya, tersangka  dijerat Pasal 196 dan Pasal 197 Undang-Undang RI nomer 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 55, 56 KUHP. (M9)

Komentar

Berita Terkait