oleh

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap Kasus Prostitusi Online di Sunter

Detiknews.id – Tim Cyber Patrol bersama Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Team Elang Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap kasus terkait prostitusi daring di sebuah hotel di Jl. Sunter Permai Raya No. 1 A Sunter Paradise Jakarta Utara, Jumat (03/08/2018).


info

DetikNews.ID



Ada yang Menarik


lanjut baca berita


“Pihak Tim Cyber Patrol, Unit IV PPA dan team elang Laut yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Faruk Rozi, SIK, M.Si dan Kanit IV PPA IPTU Suprobo, SH mengatakan terkait kasus prostitusi online tersebut ditemukan lewat Facebook. Kasus ini, terjadi di sebuah hotel di kawasan Sunter. Kami juga masih dalami kasus ini,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Besar Eko Hadi Santoso, melalui Kasubag Humas, Iptu Hendro, Sabtu (04/08/2018).

Polisi telah menahan satu orang laki-laki inisial T alias TUKO kelahiran Jakarta, 11 Maret 1990, yang beralamat di Jl. Gunung Sahari IX No. 6 Rt. 007 Rw. 004 Kel. Gunung Sahari Utara Kec. Sawah Besar Jakarta Pusat yang diamankan di salah satu hotel Jl. Sunter Permai Raya No. 1 A Sunter Paradise Jakarta Utara sekitar pukul 22.30 wib.

Terdapat pelaku membawa 2 (dua) orang perempuan sesuai pesanan bernama D K dan E A, dari hasil penjualan pelaku mendapat keuntungan Rp. 700.000,- (tujuh ratus ribu rupiah) per 1 (satu) orang perempuan yang sudah diboking, ungkapnya.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti diantaranya 1 (satu) unit mobil Daihatsu Xenia No. Pol : F 1047 AI berikut STNK dan kunci kontak, 2 (dua) buah kartu akses hotel, uang tunai sebesar Rp. 3.350.000,- (tiga juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah), 1 (dua) buah HP merk Xiaomi Prime warna putih hitam berikut 2 (dua) sim card no. 081573030841 dan 087780733911, 1 (satu) unit Hp. Merk Samsung J2 Prime warna hitam berikut sim card no. 089513233864, 2 (dua) buah CD wanita warna putih, 1 (satu) buah BH wanita warna hitam dan 1 (satu) buah BH wanita warna motif bergaris diamankan ke polres pelabuhan tanjung priok guna proses lanjut.

Pelaku dijerat Pasal yang dipersangkakan Pasal yang dipersangkakan berbunyi “setiap orang yang melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain, untuk tujuan mengeksploitasi orang tersebut di wilayah negara Republik Indonesia” sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang TPPO subsidair setiap orang dilarang dengan sengan dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentramisikan dan atau dapat di aksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang bermuatan kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 jo pasal 27 ayat 1 UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE.

“Prostitusi online TPPO ini menggunakan akun Facebook bernama Raden Perdana Kusuma. Kasus ini terus kami dalami. Para pelaku ini mematok harga terkait prostitusi ini sebesar Rp 1,5 juta, tegasnya.

Mungkin Anda Suka

Komentar