Polda Jatim Ungkap 21 Status DPO Terkait Pembakaran Polsek Tambelangan

Detiknews.id Surabaya – Polda Jatim kembali mengungkap perkembangan kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang Madura. Di tahap pengungkapan kedua terungkap 4 orang, 1 menjadi tersangka, 3 orang jadi saksi dan tersangka 21 orang dinyatakan DPO.

Kegiatan ungkap kasus berada di Loby Tribrata Mapolda Jawa Timur Jalan Ahmad Yani Surabaya.  Kegiatan ungkap kasus di pimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen. Pol. Luki Hermawan di dampingi serta Dirkrimum Polda Jatim Kombes Pol Gupuh Setiyono, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan selaku Kapolda Jawa Timur menyampaikan, Polda Jatim sampai dengan sekarang ada tiga tahap yang kita lakukan. Tahap pertama kita mengamankan 6 orang dan 5 orang menjadi tersangka, 1 jadi saksi.  Dan tahap kedua kita mengamankan 4 orang, 1 menjadi tersangka, 3 orang jadi saksi dari tersangka. Empat orang tersebut berinisial M, A, N dan AM. Satu tersangka bernama Abdul Muhtadir alias Tadir,  berperan sebagai penggerak massa.

“Dari tersangka yang sudah kami periksa ini sudah menyebutkan nama-nama yaitu ada 21 orang yang rencananya hari ini akan kami buat DPO,  jadi 21 ini yang sudah disebutkan dan ditetapkan para tersangka,” tuturnya. Jum’at (31/05/2019)

Foto : Kabid Humas Polda Jatim, Dirreskrimum Polda Jatim dan Tim – detiknewsid/m9

Selain itu, Kapolda Jawa Timur juga menyampaikan dengan para ulama, para Kyai yang di wilayah yang mensupport, serta TNI juga. Dari beberapa hal tersangka yang kemarin kami tangkap ini ada beberapa dari Kyai dari ulama yang memang memberikan masukan kepada kami. Diantaranya bernama Abdullah Assegaf, Mad Seleng dan Mohammad Assegaf yang diketahui warga sekitar Tambelangan.

” Kami berharap dari 21 DPO ini yang nanti akan kami sebarkan, kami berharap mereka melalui bantuan dari keluarga, tokoh-tokoh agama para habib untuk bisa menyerahkan kepada kami, sehingga kami akan lakukan proses,” ungkapnya.

Masih dengan Kapolda, mereka para tersangka juga yang membuat bom molotov, dan ikut mengerahkan massa juga melakukan pelemparan dan pengrusakan. Untuk masyarakat atau keluarga yang ingin menyerahkan diri kepada kami, untuk secepatnya akan proses dari sampai kapanpun, kami akan cari orang yang terlibat, dan terimakasih sekali lagi kepada semua dukungan,” tegas Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal berlapis yaitu Pasal 200 KUHP, Pasal 187 dan pasal 170 dan mungkin akan dikembangkan lagi karena dari mapolsek dibakar tersebut ada beberapa barang yang hilang sehingga hal ini akan kami kembangkan untuk masuk pasal penjarahan dan motif dari aksi pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang Madura. (M9)

Komentar

Berita Terkait