oleh

PMII Bali Nusra: Tindak Tegas Pelaku Narkoba di NTB Jangan Ada Pandang Bulu

Detiknews.id,- Semakin maraknya peredaran narkoba di kalangan pemuda bahkan kalangan dewasa, untuk mengantisipasi dan menimalisir PKC PMII Bali-Nusra menilai pihak pemerintah dengan BNN harus terus meningkatkan kerjasama.


info

DetikNews.ID



Ada yang Menarik


lanjut baca berita


“Dinas-dinas saja tidak steril apalagi kalangan pemuda dan mahasiswa, kemarin di DPR ada enam orang tidak hadir. itu patut kita curigai,” beber Aziz Muslim Ketua PKC PMII Bali-Nusra ditemui di acara dialog di Mataram, Rabu (18/9/19).

Kata aziz, pentingnya mengingatkan pemerintah dan beberapa instansi lainnya untuk terus menangkal bahaya narkoba agar tidak semakin marak bahkan masuk pada kalangan birokrasi.

Menanggapi PKC PMII Bali-Nusra Direkrut Narkoba Polda NTB Kombes. Sujarwoko, S.IK,. S,H. M.H bahwa kepolisian NTB untuk memberantas para pengedar narkoba tidak pernah pandang bulu.

“Yang penting menguntungkan dan menghasilkan uang semua disikat. tidak peduli anak atau dewasa bahkan orang tua,” katanya.

Tambah Sujarwoko, dari bulan Agustus sampai September ada 437 kasus narkoba yang sudah terungkap, rata-rata yang tertangkap dari kalangan usia pelajar.

“Sasaran empuk para bandar yakni pelajar dan mahasiswa,” tegas Sujarwoso.

Selanjutnya komitmen Polda NTB untuk pementasan narkoba mulai dari anggota diproses dengan dibuktikan ada empat orang anggota yang sedang diproses.

“Tadi malam kami menangkap anggota polres yang memakai narkoba, saya pastikan dia dipecat,” tutupnya.

Sementara itu, BAANAR NTB menilai dengan keinginan pemerintah daerah di NTB Untuk mengurangi peredaran narkoba terkendala anggaran sosialisasi sangat sedikit.

“Tidak heran kita melihat berita penangkapan dan lainnya. ini yang paling bahaya di Lombok tengah,” ungkap Abdul Majid ketua BAANAR NTB.

Lanjutnya, soal penindakan pemakai narkoba ditindak tegas bahkan dipenjara yang sebenarnya pemakai harus rehabilitasi.

“itu sudah diatur oleh undang-undang,” himbuh Majid.

Sementara itu, Kasi BNN seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat Irfan menyampaikan bahwa tidak cukup dua institusi untuk pencegahan perlu bantuan dari masyarakat.

“Mari dorong masyarakat untuk bebas narkoba. bagi pecandu atau pemakai untuk mendapatkan haknya untuk di rehabilitasi baik secara medis maupun sosial,” tutupnya

Mungkin Anda Suka

Komentar