oleh

Pembangunan Masjid dan Penambahan Gedung Kampus Ahmad Dahlan Diduga Tidak Sesuai Prosedur

Detiknews.id, Tangerang – Pembangunan sebuah masjid dan penambahan gedung Kampus Ahmad Dahlan, di Jalan Raya Imam Bonjol Karawaci, Kota Tangerang. Diduga tidak sesuai prosedur maupun aturan sebagaimana mestinya dalam proses perizinan mendirikan bangunan.


info

DetikNews.ID


AKBP Teddy Chandra S.I.K

setelah ini


lanjut baca berita


Pasalnya, bangunan yang berada di wilayah Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas dan saat ini sedang dalam proses pengerjaan tersebut, diduga kuat belum memiliki izin lingkungan dari warga sekitar serta izin dari pihak pemerintah setempat.

Salah seorang perwakilan warga sekitar Kampus tersebut yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan, bahwa dirinya dan beberapa warga merasa tidak pernah dimintai izin lingkungan terkait pembuatan dan penambahan gedung baru tersebut.

“Selama ini tidak pernah ada RT/RW atau pihak kampus yang meminta izin lingkungan langsung kepada kami soal pembangunan gedung baru itu, terus terang kami warga merasa keberatan kalau caranya begini,” katanya, belum lama ini.

Namun, Ketua RT dan RW Kampung tersebut, saat dikonfirmasi, Sunarno selaku Ketua Rw 06 dan Sade Sudana selaku Ketua RT 01 seolah menghindari pertanyaan wartawan.

Sementara, ketika di mintai keterangan via telepon, Lurah Panunggangan Barat, Sahid Sanusi mengatakan bahwa pembangunan masjid dan penambahan gedung Kampus tersebut, tidak memiliki izin.

“Tidak ada izin lingkungan maupun IMBnya, seharusnya kan ada proses izin lingkungan dari warga sekitar dan kelurahan. Tanya sama pihak manajemennya saja mungkin mereka mengurus sendiri tanpa melibatkan kami,” ujar Sahid Sanusi, Rabu (29/4/2020).

Adapun, pihak pelaksana masjid tersebut, saat di konfirmasi melalui pesan singkat, Danu mengaku sedang ada rapat dan sudah menyerahkan proses perizinan kepada pihak ITB Ahmad Dahlan itu.

“Mohon maaf pak, saya sedang ada meeting pak. Untuk izin bangunan semua sudah di urus oleh pihak ITB ahmad dahlan, dari pihak pekerja (kami) hanya diperintahkan untuk membangun masjid tsb.” tulisnya. 

“Saya sudah sampaikan ke atasan (pihak manajemen kampus) sampai sekarang belum ada jawaban yang disampaikan ke saya,” kata Joko.

Hingga berita ini di tulis dan dihantarkan kemeja redaksi, pihak manajemen Kampus Ahmad Dahlan tersebut belum memberikan statemen terkait hal ini.

(nur/tim)

Komentar

Berita Terkait