oleh

Modus Mampu Loloskan Tes Pegawai Negeri, Akhirnya Diringkus Polisi

Detiknews.id – Menjadi Pegawai Negeri Sipil atau PNS bagi sebagian masyarakat merupakan profesi primadona. Tidak seperti pegawai swasta yang kerap berhenti di tengah jalan, menjadi PNS dianggap mampu menghidupi keluarga hingga akhir hayat.


info

DetikNews.ID



Ada yang Menarik


lanjut baca berita


Akibatnya, peluang itu kerap dimanfaatkan sejumlah pihak untuk mengeruk keuntungan. Banyaknya kasus penipuan dengan modus mampu meloloskan tes calon Pegawai Negeri Sipil yang kerap terjadi bisa menjadi buktinya.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, sebanyak 51 orang menjadi korban dari tersangka berinisial SA dan RU, SA sendiri telah diamankan di Polres Tolitoli pada hari Kamis, (5/7/2018).

Modus operandi yang dilakukan tersangka saat itu yakni meyakinkan korban-korbannya bahwa ia bisa megurus mereka untuk jadi PNS dengan jalur khusus dan apabila tidak lulus maka uang yang diserahkan akan dikembalikan, serta saat itu pelaku merekayasa adanya tes penerimaan secara tertulis di rumah warga dan rumah orang tua tersangka sendiri, tes tertulis tersebut dibuat untuk meyakinkan para korban bahwa mereka benar-benar telah mengikuti seleksi penerimaan PNS.

Selain itu tersangka juga mengeluarkan surat kelulusan menjadi PNS yang fiktif. Saat itu RU mematok harga sebesar Rp 21.000.000 dan apabila tersangka SA dapat merekrut satu orang dengan uang sebesar Rp 21.000.000 maka SA mendapat bagian sebesar Rp 2.500.000.

Sejak bulan Februari 2018 sampai dengan bulan Mei 2018 pelaku sudah merekrut korban sekitar 51 orang dengan permintaan uang berfariasi dari yang terbesar sebanyak Rp 50.000.000 sampai dengan yang terkecil sebesar Rp 1.500.000.

Diperkirakan uang yang terkumpul sebanyak Rp 500.000.000, uang tersebut diserahkan kepada RU dan SA sendiri mendapat bagian sekitar 30.000.000 rupiah, uang tersebut digunakan untuk membeli barang-barang elektronik, kebutuhan hidup sehari-hari, dan pergi ke Jakarta bersama istri keduanya.

“Untuk saat ini korban yang membuat Laporan Polisi secara resmi baru dua orang yakni, bagi para korban yang merasa dirugikan kami persilahkan untuk melapor ke Polres Tolitoli,” kata Kapolres Tolitoli AKBP M. Iqbal Alqudusy SH SIK dalam jumpa pers, (5/7/2018).

Posko pengaduan telah dibuka di Satreskrim Polres Tolitoli Jalan Daud Lapau 01, Kecamatan Baolan.

“Untuk tersangka SA sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak tanggal 4 Juli 2018 dan hari ini akan diterbitkan surat perintah penahanan yang berlaku 20 hari kedepan. Sedangkan untuk tersangka lain akan dilakukan pengembangan oleh unit Satreskrim,” imbuhnya.

(D.Man/DN)

Mungkin Anda Suka

Komentar