oleh

Kasus Pemalsuan Surat, Pejabat PT. GMT Ke Polda Jatim

Detiknews.id Surabaya – Pelaporan Suradi Gunadi pemilik toko 3D dan CV Cahaya Gemilang yang berlokasi di Surabaya terhadap Lianny Pandoko Direktur PT. GMT ke Polda Jatim terkait dugaan tindak pidana pemalsuan surat, dengan Surat Laporan Polisi Nomor: LPB/854/IX/2019/UM/JATIM pada tanggal 28 september 2019 lalu. Hari ini (Senin, 2/12/2019) Lianny Pandoko didampingi Komisaris Utama PT. GMT, Soegiharto Santoso alias Hoky mendatangi Mapolda Jatim untuk didengarkan keterangannya atau Klarifikasi oleh penyidik Unit III Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Jatim.

Selaku Komisaris Utama PT GMT, Hoky menceritakan kepada awak media terkait Lianny sebagai Direktur PT. GMT dilaporkan ke Polda Jatim, “Awal Suradi Gunadi pemilik toko 3D dan CV. Cahaya Gemilang yang berlokasi di surabaya masih mempunyai kewajiban pembayaran sebesar Rp. 11.406.199.203,- kepada PT. GMT. Setelah melakukan croscek lebih teliti lagi maka total kewajibannya sesungguhnya adalah sebesar Rp.12.872.008.310,- Jumlah nilai tagihan itu setelah dipotong retur barang Suradi dan pembayaran yang masuk,” ungkap Hoky mengawali pembicaraan di Mapolda Jatim. Senin (2/12/2109).

jual properti

“Suradi tidak ada itikad baik mau menyelesaikan kewajibannya, meskipun telah dikirimkan surat somasi, maka dari itu PT. GMT melaporkan Suradi Gunadi ke Polda Metro Jaya, dan telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 23 Oktober 2018, dengan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP yang terjadi pada tahun 2016 sampai 2017,” tambah Hoky.

“Pada saat pemeriksaan di Polda Metro pihak Suradi telah mengakui kesalahan dirinya, dan telah membuat surat pernyataan kesanggupan membayar meskipun hanya sejumlah Rp. 2.500.000.000,-, Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, Suradi Gunadi ternyata tidak memiliki itikad baik untuk menepati janjinya, karena sampai saat ini faktanya Suradi belum menyelesaikan kewajibannya,” lanjut Hoky.

“Selanjutnya secara tiba-tiba Suradi Gunadi menyatakan tidak mempunyai tagihan hutang apapun kepada PT. GMT, bahkan menyatakan ada kelebihan pembayaran, tentu hal tersebut sangat tidak masuk akal karena semua bukti invoice lengkap, dan telah diperiksa secara cermat, dan teliti yang terbukti Suradi Gunadi sendiri telah mengakui bersalah dan dinyatakan sebagai tersangka sejak tanggal 23 Oktober 2018,” ungkap Hoky.

Next

Next

Komentar

Berita Terkait