Hakim Vonis Kasus Pencurian 8 Bulan WNA Aljazair

Detiknews.id – Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang berada di jalan Raya Arjuna ramai dengan sidang berbagai kasus, salah satunya ungkap kasus tindak pidana pencurian. Ke 2 pelaku bernama Bouadjadja Abde Hafid (24) dan Sam Pothchi (30) keduanya warga Negara Asing (WNA) asal  Aljazair.

Jaksa yang hadir Damang Anubowo, Ketua majelis Hakim Jihad Arkaudin dan Anam seorang penerjemah ahli bahasa untuk tindak kasus pidana pencurian. Selasa (30/10/2018) kemarin.

Setelah JPU membacakan tuntutan, ketua majelis hakim Jihad Arkaudin, memberi instruksi pada Anam, seorang penerjemah ahli bahasa untuk mengulang surat tuntutan yang dibacakan penuntut umum.

“Menuntut, supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan pidana penjara pada (kedua terdakwa) masing-masing 8 bulan, dikurangi masa tahanan” ujar Damang membacakan surat tuntutannya di Pengadilan Negeri Surabaya.

Dilanjutkan Jihad, ia kemudian bertanya pada kedua terdakwa, hukuman apa yang dijatuhkan hakim pada seseorang yang melakukan pencurian di negaranya (Aljazair).

Terdakwa Bouadjadja menjawab diplomatis dengan mengatakan tergantung barang yang dicuri, hukuman tersebut bisa 6 sampai 8 bulan. Jawaban terdakwa ternyata memantik reaksi dari hakim Jihad, dengan mengatakan bahwa hukuman yang disebutkan oleh terdakwa adalah hukuman yang ringan.

Namun perkataan jihad kembali dibantah terdakwa. Bouadjadja menegaskan bahwa di negaranya (Aljazair) tidak memakai sistem hukum Potong tangan (qath al-yad), seperti Saudi Arabia.

Dikutip dari dakwaan Penuntut Umum, Dua warga negara asal Aljazair itu telah melakukan pencurian di toko outlet H & M Tunjungan Plaza Surabaya, pada 11 Agustus 2018. Selain di toko H & M, terdakwa juga melakukan pencurian di toko Outlet (ZARA), berupa kemeja dan tiga pasang sepatu,  kerugian toko senilai Rp. 3.798.790,-

Barang bukti barang yang dicuri kedua terdakwa berupa 3 sandal kids, sweter ladies, dress kids, sweater, 2 buah sepatu, baju anak dan dress Girl.

Akibat perbuatan kedua terdakwa, telah memenuhi unsur pidana dalam pasal pasal 363 ayat (1) ke-4 A KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (M9)

Komentar

Berita Terkait