oleh

Empat Belas Tahun Berdiri, Ditreskrimsus Polda Jatim Bongkar Pabrik Merkuri Illegal

Detiknews.id Surabaya – Naas nasib 5 pengusaha illegal berakhir di Mapolda Jatim Jalan Raya Ahmad Yani Surabaya. Pasalnya telah Membuka usaha Illegal berupa tempat Produksi dan distribusi air raksa atau “Merkuri” ilegal mulai mulai dari tahun 2006 di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Total barang bukti Merkuri sejumlah 414.2 Kilogram.

Kesigapan Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim patut diapresiasi dengan menangkap 5 (Lima) orang pengusaha illegal. Kelima pelaku adalah Agung Widjaja (41), warga Surabaya, Ali Bandi (49), warga Waralohi, Ahmad Hidayat alias AMH (35), warga Sidoarjo, Agung S (50), warga Hulu Sungai Selatan dan M Rafiq (35), warga Banjarmasin.

jual properti

Saat ditemui diruangannya, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, kemarin kami melakukan relese ungkap kasus kriminalitas jaringan berantai berupa distribusi air raksa atau “Merkuri” ilegal mulai tahun 2006. Selama 14 tahun usaha Illegal ini bediri, tapi anggota kami berhasil membongkarnya.

” Kasus ini bisa terbongkar berkat adanya laporan Ciber Patrol yang mana sebuah rumah di daerah Sidoarjo dijadikan produksi pengelolaan dan pemurnian batu Cinabar menjadi Merkuri, selanjutnya petugas bergerak cepat untuk menyelidiki laporan tersebut,” tuturnya. Rabu (14/08/2019).

Foto : Tersangka pelaku kejahatan – detiknewsid/m9

Masih dengan Yusep, tersangka Agung W menjual dengan cara ditawarkan melalui media sosial, Website indonetwork.co.id dengan nama akun UD. Joyo Jaya dan UD. Tansah Rahayu, dalam kegiatan terlarang tersebut Agung W mendapatkan Mercury dari pedagang lain yaitu tersangka Ali Bandi yang didatangkan langsung dari pulau Seram.

” Dalam menjalankan bisnisnya, tersangka Ali Bandi tidak sendirian bersama temannya dengan melainkan ada nama Ahmad Hidayat alias AMH yang bertugas menyiapkan tempat pengolahan, selain Agung W, tersangka Ali Bandi juga menjual kepada seorang pembeli yang berasal dari Kalimantan yaitu tersangka Agung S dan M Rafiq, ” ungkapnya.

Foto : Dirkrimsus bersama tim menunjukkan barang bukti – detiknewsid/m9

Barang bukti yang disita berupa, 16 botol Mercury tanpa label dengan berat 1 Kg, 104 botol isi Mercury berlabel Gold dengan berat 1 Kg, 1 tong Sianida dengan berat 45 Kg, 4 karung isi nikel berat 57.Kg, 8 buah tutup botol kemasan Mercury, 1 timbangan digital, 1 bendel resi pengiriman, 1 buku rekening BCA dan 3 jurigen kapasitas 5 liter berisi Mercury berat masing-masing 36,9 Kg, 29,5 Kg dan 35,1Kg.

Foto : Dirkrimsus dan barang bukti – detiknewsid/m9

Selain itu, barang bukti lainnya beruapa 10 unit Handphone para tersangka, buku ATM berbagai Bank, ratusan botol isi Mercury dengan merek Gold, 1 bandel stiker label bertulis Mercury HG spesial for gold, 1 buah Timbangan digital dan dapur, 1 tong Sianida, 40 Tabung Besi beserta kunci pipa.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 161 dan telah melanggar Undang-undang RI nomer 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu dengan ancaman pidana 10 tahun penjara. (M9)

Komentar

Berita Terkait