Dugaan Keterlibatan Menhub terkait Korupsi Eks Dirjen Hubla, KPK Bidik Karya Sumadi ?

Detiknews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan berbagai keganjilan perolehan proyek yang dimenangkan oleh PT. Adhiguna Keruktama di Kementerian Perhubungan pada kurun waktu 2015-2017 yang secara berturut-turut berhasil mendapatkan 4 (empat) paket proyek, dengan total nilai anggaran Rp. 225 miliar.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selayaknya menuntaskan sejumlah kasus dugaan korupsi di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang disinyalir melibatkan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

“Biasanya memang menteri mengetahui apa yang dilakukan Dirjen. Makanya dari itu KPK harus panggil Menteri – nya, masa Menteri tak tahu apa tupoksi Dirjen sendiri,” ujar Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Dia dimintai pendapat hukum menyusul adanya informasi bahwa Menhub Budi Karya Sumadi kini dalam bidikan KPK pasca Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub Antonius Tonny Budiono divonis 5 tahun penjara.

Menurut Uchok selayaknya KPK melanjutkan pengembangan kasus dengan segera memeriksa Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya untuk mengetahui peran yang bersangkutan dalam sejumlah proyek tersebut.

KPK terus menyoroti mega korupsi di Kemenhub menyusul ditemukan keganjilan perolehan proyek yang dimenangkan oleh PT. Adhiguna Keruktama, pada kurun waktu 2015-2107, yang secara berturut-turut berhasil mendapatkan 4 (empat) paket proyek, dengan total nilai anggaran Rp. 225 miliar.

Padahal sebelumnya pada kurun waktu 20012-2014, PT. Adhiguna Keruktama sudah mendapat 4 (empat) paket dengan total nilai anggaran Rp. 188 miliar. Berdasarkan data di LPSE, peserta lelang proyek-proyek itu bisa hingga 40-an perusahaan. Hal ini mengindikasikan adanya korupsi yang berlanjut di tubuh Kementerian Perhubungan.

Komentar

Berita Terkait