- Advertisement -

Ditreskrimum Polda Jatim, Amankan Lima Spesialis Curanmor

0 25

Detiknews.id Surabaya – Lima pelaku penjahat jalanan spesialis kendaraan (Curanmor) bermotor roda empat yang biasa beroperasi di daerah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto. Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim membongkar tuntas ungkap kasus Curanmor di Mapolda Jatim Jalan Raya Ahmad Yani Surabaya.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela mengungkapkan,  kronologi penangkapan penjahat jalanan tersebut, berdasarkan laporan masyarakat. Kami melakukan penyelidikan dalam rangka interview, observasi dan under cover, untuk mengetahui identitas dari para pelaku kejahatan yang diketahui selalu memasuki rumah kosong yang ditinggal penghuninya atau saat korban tertidur lelap.

Foto : Ke lima tersangka – detiknewsid/m9
DPD FERARI Jatim

” Akhirnya, petugas berhasil menangkap 5 orang yang sudah kami amankan dan lakukan pemeriksaan kepada 5 tersangka yaitu Leonardo Kurniawan (23) warga Benowo, Ahmad Yonis (21) warga Gresik, Dedi Setiawan (24) warga Gresik, Matruji (44) warga Bangkalan, dan Mahfud (32) warga Sampang,” tuturnya. Selasa (09/07/2019)

Menurut Leo, adapun peran dari pelaku Dedi Setiawan dan Leonardo Kurniawan alias tekli inilah yang mengambil kendaraan Mobilio yang kemarin pada saat penangkapan hasil pencurian tanggal Sabtu (6/7) di Gresik dilakukan oleh tiga orang. Sementara, Leonard menambahkan,  dari  5 pelaku yang diamankan, diketahui masih ada pelaku lainnya  merupakan residivis, dan masih dalam pengejaran petugas.

” Minggu kemarin, pelaku berusaha melarikan diri dengan mengendarai mobil hasil curianya masuk ke sawah sehingga satu pelaku tersebut yang diketahui berinisial Geprek, akhirnya dilakukan tindakan tegas. Namun naas pelaku akhirnya meninggal dunia di karenakan kehabisan darah pada saat perjalanan ke Rumah Sakit untuk diberikan pertolongan, “ujarnya.

Foto : Barang bukti yang disita petugas – detiknewsid/m9

Adapun barang bukti yang disita polisi berupa 10 Laptop berbagai merk, 2  kamera, BPKB / STNK BPKB, 10 STNK beberapa plat nomor yang telah dicopot, berbagai macam tas dan burung berkicau yang nilainya juga lumayan mahal adalah hasil kejahatan para pelaku.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP juncto Pasal 1 ayat (1) dan Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan dugaan pasal 480 KUHP. (M9)

- Advertisement -

Comments
Loading...