oleh

Ditreskrimsus Polda Jatim Bongkar Home Industri Senjata Ilegal

Detiknews.id Lumajang – Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gideon Arif Setyawan hadir dan Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar. Menggelar ungkap kasus dugaan tindak pidana perdagangan barang berupa Senapan Airsoftgun atau Airgun tanpa dilengkapi izin usaha di bidang perdagangan.

Pelaku bernama AH warga Jalan Mayor Kamari Sampurna Lumajang, sudah 4 tahun pelaku melakukan usaha perakitan Senapan angin dan memperdagangkan tanpa izin. Total jumlah produksi senjata diperdagangkan sekitar 250 pucuk senapan angin, terdiri senapan lomba 100 pucuk dan senapan berburu 150 pucuk.

Foto : Kapolda Jatim mencoba keaslian Senpi yang diedarkan tanpa ijin – detiknewsid/m9

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. H Luki Hermawan M.Si mengatakan, kronologi kejadian berawal di bulan November 2019, unit 3 Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim  mendapat informasi dari masyarakat bahwa di daerah Lumajang telah terjadi dugaan tindak pidana perdagangan senjata angin tanpa izin.

” Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan ternyata benar adanya ada perakitan senapan angin jenis Air Rifle. Barang tersebut dipesan dari berbagai daerah, peredarannya di 18 provinsi di Indonesia termasuk Jawa Timur,” tuturnya. Sabtu (07/12/2019)

info DetikNews.ID

lanjut baca berita

Foto : Kapolda Jatim, Dirreskrimsus Polda Jatim, Kapolres Lumajang dan Kasat Reskrim Polres Lumajang – detiknewsid/m9

Masih dengan Kapolda, Bapak Kapolri sangat perhatian khusus terhadap pelaku kejahatan yang menggunakan senjata , ini kalau digunakan kepada orang yang tidak tepat ini akan sangat berbahaya karena senjata ini 6 ml, 5,5 ml ini mematikan apalagi 9 ml kalau itu digunakan untuk kejahatan bisa mati.

” Satu pemilik telah kami periksa nanti akan dikenakan Undang-Undang KUHP dengan Undang-Undang Perdagangan juga Undang-Undang Darurat nanti di kenakan, jadi yang kita akan utamakan adalah menarik senjata ini yang sudah keluar ada 250 dan ini sisa 40 unit,” jelasnya.

Kapolda menambahkan, bahan baku yang yang diperoleh melalui pesanan online termasuk dari  luar negeri. Senapan angin tersebut dibagi  menjadi 2 jenis, yaitu senapan angin lomba dan senapan angin berburu. Dari hasil pengembangan Polda Jatim akan cek nanti. Dari senjatanya cukup modern, ada  telenya. Selanjutnya, kami akan kembangkan untuk terus mendalami  pemeriksaan,” pungkasnya.

Foto : Barang bukti yang disita petugas – detiknewsid/m9

Barang bukti yang disita petugas berupa, 20 pucuk Airgun untuk berburu, 20 pucuk Airgun  untuk berlomba, 35 pack peluru caliber 5,5 mm H and N Sport, 1 pack peluru caliber 9,0 mm Exact, 2 pack peluru caliber 5,5 mm Samyang, 12  pack peluru caliber 6,35 mm Samyang, 6 pack  peluru caliber 5,5 mm Exact,  2 pack peluru caliber 5,5 mm Straton, 3 pack peluru senapan angin caliber 6,35 mm Exact,1 bandel faktur pengiriman senapan angin.

Tersangka dijerat Pasal 106 Undang Undang nomer 7 tahun 2014, Pasal 24 (1) tentang perdagangan tanpa izin dan Pasal 1 atau Pasal 2 Undang Undang Darurat nomer 12 tahun 1951 tentang hak kepemilikan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati atau hukuman seumur hidup. (M9)

Komentar

Berita Terkait