oleh

Diduga Otak Kasus Ilegal access Di Polda Jatim Adalah Wanita

Detiknews.id Surabaya – Penanganan tindak pidana Ilegal Access yang di bongkar Ditreskrimsus Polda Jatim, berhasil menyeret nama wanita  bernama Novi Rosalina (NR) yang diduga merupakan kekasih dari Hendra Kurniawan (HK). Kegiatan ungkap kasus berada di Gedung Patuh Lantai 2 Polda Jatim Jalan Raya Ahmad Yani Surabaya.

Foto : Kabidhumas Polda Jatim, Dirreskrimsus Polda Jatim dan tim – detiknewsid/m9

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Barung Mangera, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gideon Arif Setyawan dan tim.

Dalam wawancara, Dirreskrimsus Polda Jatim menjelaskan, dari pengembangan tim dilapangan kami berhasil ungkap kasus jaringan pencucian uang. Kami menangkap 2 orang diduga otak pelaku pencucian uang.

” NR merupakan kekasih dari HK, untuk rotasi keuangan bermuara pada NR melalui Bank Mandiri,” tuturnya. Jum’at (06/12/2019)

Masih dengan Gideon, hasil ini adalah pengembangan digital Forensik, spaming ada aliran dana, setelah kami telusuri ada saudari NR memiliki uang sebesar 2,6 M untuk sementara ini. Dan ini akan kami kembangkan yang perlu didalami.

info DetikNews.ID

lanjut baca berita

” Rencana tindak lanjut yang akan kami lakukan adalah koordinasi dengan JPU, dan melakukan koordinasi dengan PPATK untuk kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang. Selain itu mengungkap adanya jaringan lain yang terlibat didalamnya, ” ungkapnya.

Foto : Kronologi perputaran muara uang berada di tersangka NR – detiknewsid/m9

Gideon menembahkan, seperti yang disampaikan bapak Kapolda tadi, bahwa kasus ini tidak menutup kemungkinan adanya keterkaitan dengan pihak luar Negeri Eropa. Kami akan terus berkonsultasi dengan pihak Kedutaan konsul karena menyangkut perusahaan besar,” pungkasnya.

Barang bukti yang disita petugas berupa, 1 unit Pajero L 1784 IJ, 1 unit Fortuner Hitam L 1673 WQ dan 2 buah buku tabungan Mandiri dengan jumlah uang senilai Rp. 2,6 Milliar.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 30 (2), Pasal 46 (2), Pasal 32 (1) dan Pasal 48 (1) Undang-Undang nomer 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang- Undang  nomer 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Dengan ancaman penjara paling lama 8 tahun penjara dan denda Rp. 2 Milliar. (M9)

Komentar

Berita Terkait