- Advertisement -

Bejat, Mantan Kepsek Cabuli Anak Didiknya

0 1.141

Detiknews.id Surabaya – Dunia pendidikan tercoreng kembali, kali ini Ditreskrimum Polda Jatim kembali mengungkap kasus pencabulan. Pelaku adalah Mantan Kepala Sekolah SMP Lab School Unesa Surabaya berinisial AS (40) warga Desa Trosobo Taman Sidoarjo.

Setelah diselidiki, hasil ungkap kasus korban adalah laki-laki dan kesemuanya dengan usia rata-rata 15 dan 16 tahun. Pelecehan seksual sesama jenis. Kegiatan ungkap kasus berada di Mapolda Jatim Jalan Raya Ahmad Yani Surabaya.

Foto : Kasubdit IV / Tipid Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana dan Tim menunjukkan barang bukti – detiknewsid/m9
DPD FERARI Jatim

Kasubdit IV/Tipid Renakta, Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana mengatakan, perbuatan bejat tersangka dilakukan mulai Agustus 2018 hingga Maret 2019. Korban dicabuli AS di berbagai lokasi di sekolah yang ada di Ketintang Surabaya. Tempat kejadian pelecehan seksual di ruang kelas, di tempat wudhu hingga di dalam musholla.

“Pencabulan yang dilakukan tersangka seperti memegang dan memeras kemaluan korban pada saat korban sedang berwudhu dan berdzikir. Parahnya lagi, tersangka juga memukul salah satu korban menggunakan pipa paralon saat melakukan aksinya,” tuturnya. Jum’at (05/07/2019).

Menurut Festo, Rabu (03/04/2019), kejadian terungkap ketika sesama wali murid saling berinteraksi membahas nilai anak mereka yang menurun. Saat pertemuan tersebut, salah satu wali murid mengatakan bahwa anaknya telah menjadi korban pencabulan oleh AS.

” Pasca pertemuan masing-masing wali siswa, menanyakan kepada anaknya untuk mencari kebenaran tentang pencabulan ini dan memang benar ada yang menjadi korban pencabulan oleh tersangka AS,” ungkapnya.

Foto : Tersangka dan barang bukti – detiknewsid/m9

Menurut keterangan korban, perbuatan tersangka AS juga disaksikan oleh teman-temannya. Kemudian pada Senin (08/04/2019) pelapor dan wali murid lainnya melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim.

” Kami sejauh ini masih melakukan pendalaman. Apa motif dari tersangka melakukan pencabulan. Apakah karena masalah orientasi seksual atau karena hal lain. Kami juga terus mengembangkan apakah ada korban yang lain,” pungkas Festo.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 80 dan atau Pasal 82 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. (M9)

- Advertisement -

Comments
Loading...