Akibat Tawuran, Dua Pemuda Diringkus Polrestabes Surabaya

Detiknews.id Surabaya – Polrestabes Surabaya kembali mengungkap kasus penyekapan dan menganiaya korban.  Terkait kasus ini, Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil meringkus 9 tersangka dari 32 pemuda yang terlibat tawuran dan berhasil menggagalkan bentrokan antar 2 kelompok di Kota Surabaya.


info

DetikNews.ID



Ada yang Menarik


lanjut baca berita


Aksi dua kelompok yang digagalkan tersebut terjadi saat kelompok Jawara Menganti Gresik untuk bertemu dengan kelompok All Star di jalan Rajawali depan SMPN 5 Surabaya. Ada 9 pemuda dari Kelompok Jawara yang hendak menyerang Kelompok All Star Surabaya.

Sejumlah 9 orang pemuda,  7  berinsial A (15), N (16), I (14), A ( 15), A (15), f (16) dan Bahtiar (17) dan 2 pemuda yang sudah dianggap dewasa ini berinsial RI (18) Simorejo dan IO (22) Gresik ini ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti melakukan tindak kejahatan.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya  AKBP Sudamiran mengatakan, kami mendalami isi percakapan di grup Whatsapp Geng All Star. Polisi kemudian menemukan dan mengamankan plat besi yang digunakan untuk senjata tajam untuk tawuran dengan Geng Jawara Kampung. Dan komplotan ini urunan untuk membeli plat besi yang akan digunakan untuk membikin senjata tajam seperti celurit, gergaji, dan senjata tajam lainnya.

” Mereka membuat senjata di kawasan Waru dan sebelum terealisasi, polisi lebih dulu mengamankannya. Sampai saat ini polisi masih terus memantau pergerakan Geng Jawara Kampung dan Geng All Star yang selama ini kerap berencana untuk tawuran,” tuturnya. Senin (14/10/2019)

Foto : Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya interograsi tersangka – detiknewsid/m9

Sudamiran menambahkan, menurut kami jumlah anggota Geng All Star sekitar seribu orang remaja  yang didominasi pelajar SMP. Bahkan, ada juga yang masih sekolah dasar (SD). Mereka yang masih SD ikut-ikutan saja jika anggota lainnya sedang menyusun strategi untuk menyerang kelompok lainnya,” beber Sudamiran.

” Kami berharap, orang tua maupun Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan untuk membubarkan kedua geng tersebut. Karena banyak remaja yang masih di bawah umur ikut dalam geng ini,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, 9 pemuda ini dijerat Pasal 333 ayat (1) KUHP dan atau Pasa|170 ayat (1) dan (2) KUHP dan Atau pasal 80 ke 70 C ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2014 tentan Perubahan atau UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (M9)

Komentar

Berita Terkait