- Advertisement -

Ada Dua Nama Pemasok Ganja, Kata Wakasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya

0 157

Detiknews.id Surabaya – Hasil penyelidikan sementara dari Unit Resnarkoba Polrestabes Surabaya bermula dari tempat Karaoke Keluarga di Surabaya. Sejumlah 11 orang pelaku penyalahgunaan narkoba berhasil ditangkap di salah satu tempat hiburan malam di Jalan Raya Tidar masih berada di Mapolrestabes Surabaya.

Dari 11 orang itu, penyidik Unit II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Iptu Danang Eko Abrianto menetapkan satu orang sebagai tersangka. Sedangkan sepuluh orang lainnya masih diperiksa lebih lanjut.

Wakasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Yusuf Wahyu menyatakan, para pelaku yang diamankan berada di satu ruang yang sama. Dari puluhan orang yang dites, hanya 11 yang dinyatakan positif. Satu diantaranya kedapatan membawa ganja.

DPD FERARI Jatim

Yusuf mengaku, ada satu butir pil ektasi yang ditemukan. Namun, anggota tidak menemukan pemiliknya. Meski demikian, narkoba jenis tablet itu ikut diamankan sebagai barang bukti. Untuk pemilik pil ekstasi itu masih didalami,” tuturnya. Senin (17/06/2019)

Kasatresnarkoba Kompol Memo Ardian menjelaskan terkait penetapan satu orang pelaku sebagai tersangka. Pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika harus tertangkap tangan. Penetapan tersangka bisa dilakukan jika memang ada barang bukti yang ditemukan. Itu menjadi salah satu syarat objektif yang harus dipenuhi.

” Anggotanya sudah mengantongi dua nama orang yang menjadi pemasok ganja milik tersangka. Mereka sedang dalam penyelidikan. “Sudah A1 “(informasi akurat, Red). Jadi, identitas pemasok sudah didapat,”  jelasnya.

Satu orang ditetapkan tersangka, Jumadi (37) Warga  Sukomanunggal itu kedapatan membawa tiga linting ganja. Narkotika golongan satu jenis tanaman itu disembunyikan di saku belakang celananya.

Tersangka Jumadi mengaku saya membeli ganja dari seorang teman di Surabaya. Namun, nama orang yang memasok ganja yang saya bawa itu. Sudah ditanya penyidik, tanya penyidik saja.

” Saya hanya undangan, kebetulan membawa ganja ke ruang karaoke. Kebetulan, itu merupakan acara halal bihalal sebuah komunitas mitra kerja atau disebut Mija,” ungkapnya.

Ketua komunitas Mija Daud Tarampak menambahkan,  acara itu sudah rutin dilakukan. Namun, meski hasil tes urinenya positif mengandung zat narkoba. Saya  pribadi membantah terkait adanya pesta narkoba di dalam acara tersebut. Sudah satu tahun ini berjalan. Jadi, hanya live musik biasa. Tidak ada pesta narkoba,” katanya.

Foto : Barang bukti tambahan – detiknewsid/m9

Terkait sepuluh anggotanya yang juga positif, Daud berdalih bahwa mereka mengkonsumsinya di luar acara. Buktinya, tidak ada barang bukti narkoba selain ganja milik Jumadi yang ditemukan. ”Tidak tahu soal itu, tanya dia aja,” dalihnya.

Untuk 10 pelaku, prosedurnya 1×24 jam sejak para pelaku yang ditangkap Minggu kemarin. Sebab, penetapan tersangka para pelaku tindak pidana narkoba minimal 3×24 jam. Dan (kemarin, Red) anggota Satresnarkoba sudah cek TKP (tempat kejadian perkara, Red) lagi untuk mencari barang buktinya. Kalau memang tidak ada, mungkin akan direkomendasi untuk rebahilitasi. (M9)

- Advertisement -

Comments
Loading...