oleh

45 Pelaku Judi Sabung Ayam Di Amankan Polres Tanjung Perak

Detiknews.id – Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak kembali mengungkap kasus Perjudian jenis Sabung Ayam, dipimpin langsung oleh Kapolres Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto. Gelar relese berada di Mapolres Tanjung Perak jalan Raya Kalianget Perak Timur Surabaya. Minggu (07/10/2018)


info

DetikNews.ID



Ada yang Menarik


lanjut baca berita


Kasat Reskrim AKP Dimas Fery bersama timnya berhasil mengamankan sejumlah 45 orang pelaku judi #Sabung Ayam yang sedang melakukan perjudian diwilayah hukum Polres Tanjung Perak yakni jalan Bulak Banteng Wetan Kenjeran Surabaya.

Kapolres Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto memaparkan, sesuai informasi dari masyarakat setempat bahwa disekitar makam Bulak Banteng Kenjeran Surabaya, sering dilakukan judi Sabung Ayam.

“Tempat itu diduga sering digunakan tempat perjudian yang berlangsung lama dan meresahkan masyarakat. Setelah dilakukan penyidikan ternyata benar adanya tempat tersebut sering dilakukan perjudian, ” tuturnya.

Foto : Kapolres Tanjung Perak didampingi Wakapolres dan Kasat Reskrim Tanjung Perak memberi arahan kepada pelaku. (detiknewsid/m9)

Masih dengan Kapolres, Perjudian merupakan masalah sosial yang harus diberantas, dengan kegiatan ini mengajarkan hal buruk ke anak didik kita, karena menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain dengan cara mengaitkan transaksi tersebut dengan suatu aksi atau peristiwa, ” pungkas Kapolres Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Kasat Reskrim Tanjung Perak AKP Dimas Fery menambahkan, mendengar hal ini sesuai dengan arahan Kapolres kami segera bertindak untuk melakukan penggerebegan.

“Kami berupaya paksa mengamankan 45 orang pelaku yang ada ditempat perjudian tersebut bersama barang bukti, di bawa ke Mapolres Tanjung Perak untuk ditindak lanjuti, ” ungkapnya.

Barang bukti yang disita petugas berupa, 57 unit motor, 6 unit mobil,  20 ekor ayam jago, uang tunai Rp. 20 juta, dan 3 sobekan kertas rekapan uang judi Sabung Ayam.

Akibat perbuatannya ke 45 pelaku telah melanggar pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda sebanyak Rp. 25 juta.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat,  perjudian merupakan hal negatif yang melanggar hukum dan hendaknya menghindari perjudian karena dengan perjudian akan merusak mental generasi bangsa. Uang yang dihasilkan dari taruhan merupakan uang haram dan tidak memberi manfaat bagi kelangsungan hidup bermasyarakat. (M9)

Mungkin Anda Suka

Komentar