Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kapolda Sumut : Kelompok Teror jaringan JAD Tewas Ditangan Densus 88 AT Mabes Polri Karena Melawan Petugas

0 42

Detiknews.id – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto menyatakan, dua terduga teroris yang ditembak mati di Kota Tanjungbalai merupakan jaringan kelompok teror JAD Tanjung Balai.

Hal itu diungkapkan Kapolda di Mapolsek Teluk Nibung didampingi Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai H Ismail.

Menurut Kapolda, dua tersangka yang tewas ditembak petugas pada Kamis (18/10) masing-masing berinisial HSM dan MRA kelahiran 1996. “Keduanya merupakan anggota atau terlibat dalam jaringan JAD (Jamaah Anshorut Daulah) pimpinan Syaiful yang lolos dalam penyergapan Densus 88 pada bulan Mei 2018 di Kelurahan Beting Kuala Kapias, Teluk Nibung,” katanya, Jumat (19/10/2018).

Kapolda melanjutkan, hasil pemantauan Densus 88 terhadap gerakan jaringan Syaiful ternyata aktif, terbukti atas penindakan terhadap dua tersangka yang kemarin tewas ditembak karena melawan dan mengancam nyawa petugas.

Robert

Kejadian berawal Pada tanggal 18 Oktober 2018 sekitar pukul 15:05 WIB pada rumah kontrakan yang berada di Jalan Sipori-Pori/Jalan Al Ikhlas, Kel. Beting Kuala Kapias, Kec. Teluk Nibung, Kab. Tanjung Balai – Sumatera Utara dilakukan pembuntutan oleh salah seorang petugas penyelidik, tiba-tiba tersangka HSM menghampiri petugas tersebut dan melakukan penyerangan menggunakan pisau. Kemudian petugas memberikan tembakan peringatan sehingga tersangka HSM melarikan diri bersama tersangka MRA.

Pada saat kedua tersangka lari melewati pemukiman warga terdapat 4 buah bom pipa terjatuh dari para tersangka yang kemudian diketahui oleh warga setempat. Kemudian warga memberikan informasi kepada petugas. Selanjutnya berdasarkan informasi dari warga, diduga tersangka bersembunyi ke arah WC umum. Petugas kemudian mendekati WC umum yang dimaksud dan mendobrak pintu salah satu ruangan yang dicurigai, mendadak para tersangka kembali melakukan penyerangan kepada petugas menggunakan senjata api dan bom pipa (granat rakitan).

Kemudian dilakukan penggunaan kekuatan kepolisian yang menyebabkan kedua tersangka meninggal dunia, jelas Kapolda.

Hasil olah TKP di lokasi penembakan di Jalan Sipori-Pori Kel. Beting Kuala Kapias, Kec. Teluk Nibung Polisi menemukan barang bukti 5 (lima) buah Bom pipa besi, 1 (satu) buah pisau, 1 (satu) buah senpi pistol merk Browning caliber 9 mm dan 2 (dua) butir peluru 9 mm di dalam magazene pistol browning.

Sedangkan di rumah tersangka MRA di Kec. Teluk Nibung Kota Tanjung Balai, pada hari Jumat 19 Oktober 2018 sekitar pukul 09.30 WIB dan diperoleh barang bukti antara lain 3 buah rompi, 7 buah bom pipa, serbuk – serbuk dalam toples, gotri besi, paku dan bekas kamar mandi / ruang rahasia yang diduga sebagai tempat pembuatan, percobaan dan penyimpanan bom.

“Berdasarkan jumlah barang bukti yang ditemukan, dan hasil indentifikasi polisi bahwa ada tiga calon “pengantin” yang diduga kuat akan melakukan aksi teror ke kantor polisi maupun rumah ibadah (Vihara) di Kota Tanjungbalai,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda mengimbau kepada seluruh kalangan untuk tetap mewaspadai keadaan dan lingkungan masing-masing, terutama orang asing yang menunjukkan gelagat mencurigakan.

“Satu dari calon pengantin tersebut belum tertangkap dan kemungkinan ada di sekitar kita. Untuk itu kita harus tetap waspada dari kemungkinan buruk aksi teror oknum yang terlibat jaringan teroris,” katanya.

Atas perbuatannya, pasal yang dilanggar Pasal 15 jo Pasal 7 dan atau Pasal 15 jo Pasal 9 dan atau Pasal 13 a Undang Undang Nomor 5 tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang Undang.

(Manurung)

Comments
Loading...