oleh

SPPD Dewan Kota 2017 Silam Masih Terus Dilakukan Penyidikan Oleh Pihak Penyidik Pidsus Kejari Pangkalpinang

Pangkalpinang,Detiknews.id — Surat Perintah Perjalanan Dinas ( SPPD ) pada anggaran (TA ) 2017 silam tidak hanya berhenti pada Budik Wahyudi selaku bendahara pengeluaran namun pihak penyidik Pidsus Kejari Pangkalpinang masih terus melakukan penyidikan.

Saat ditemui oleh awak media di Kantornya Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pangkalpinang,Leo Jimmi Agustinus mengungkapkan ,”Bahwa proses penyidikan terus dilakukan mulai dari menelusuri lokasi- lokasi yang menjadi perjalanan dinas anggota DPRD kota Pangkalpinang dan selanjutnya tim penyidik akan melakukan pemanggilan saksi (DPRD..red), yang melakukan perjalanan dinas tersebut ,”Jelasnya kepada awak media ,Senin (19/08/2019) sekira pukul 16.00 WIB.

Pasalnya pihak penyidik Pidana Khusus ( Pidsus ) Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Pangkalpinang terus melakukan upaya penyidikan terhadap pihak – pihak terkait, bahkan sedikitnya ada belasan orang telah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi dalam penyidikan itu.

Tak tanggung – tanggung belasan orang sebagai saksi dalam perkara ini diambil dari anggota DPRD DKI Jakarta dan pihak Kementrian Pemuda dan Olah Raga ( Kemenpora ) RI di Jakarta

Kajari Pangkalpinang RM Priyo Agung SH MH melalui Kepala Seksi Intelijen ( Kasi Intel ) Leo Jimmi Agustinus membenarkan kalau perkara SPPD Fiktir terus bergulir bahkan pihak penyidik dalam hal ini telah memeriksa belasan saksi.

“Dalam penyidikan sudah belasan orang yang sudah kita lakukan pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara SPPD fiktif ini ,”Ujar Leo Jimmi Agustinus kepada sejumlah wartawan di gedung Kejari Pangkalpinang, Senin (19/8/2019) sore sekitar pukul 16 00 WIB

Menurut Leo Jimmi pihak penyidik juga telah melakukan pencarian informasi di Jakarta tentunya tempat – tempat tujuan perjalanan dinas para anggota DPRD tersebut dan selanjutnya dalam waktu dekat tim penyidik akan melakukan pemanggilan kepada sejumlah anggota DPRD kota Pangkalpinang yang terlibat dalam SPPD fiktif itu akan diperiksa sebagai saksi.

“Dalam waktu dekat pihak penyidik akan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah anggota DPRD Pangkalpinang yang terkait dalam SPPD fiktif, mereka akan diperiksa sebagai saksi,” Papar Leo Jimmi.

Selanjutnya  kata Leo Jimmi pihak penyidik juga akan gelar perkara secara internal guna menentukan sikap terhadap perkembangan penyidikan dalam kasus SPPD itu dan perkara akan digelar setelah penyidik usai melakukan pemeriksaan para saksi.

Diakui oleh Leo Jimmi bahwa saat ini barang bukti ( BB ) dalam perkara kasus SPPD fiktif adalah berupa uang, uang itu hasil dari pengembalian dari sejumlah anggota DPRD terkait SPPD fiktif itu dan dari Sekretaris DPRD ( Sekwan ) saat ini ada di pihak kita (Kejari Pangkalpinang )

“Barang bukti berupa uang yang telah dititip sebesar Rp 158 Juta itu saat ini dititip dalam rekening kas bendahara penerima pada Kejari Pangkalpinang,”Aku Leo Jimmi.

” Jika ada pekerjaan penyidikan yaa pasti kita tuntaskan, tidak mungkin ngak. Kalau ngak kita tuntaskan toh akan menjadi tungakan buat kami, tidak mungkin ngak lah. Kami bekerja sesuai dengan apa yang ada.”Tutupnya.

“Kendala pasti ada, tapi untuk kendala. Apalagi ada anggota dewan terpilih lagi itu menjadi kendala ya. Tapi mekanisme sudah diatur oleh undang – undang, siapapun ada mekanismenya kok, kita tempuh saja mekanismenya. Untuk hal itu belum ada, cuma memang cukup hati hati dalam melakukan penyidikan ini,”Tambahnya.( Rey )

Komentar

Berita Terkait