oleh

Polda Jatim Segera Bongkar Polemik Prostitusi Online, Vanessa Terindikasi Tersangka

Detiknews.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) masih melakukan proses pengembangan kasus Prostitusi Online yang sedang marak beredar di masyarakat. Terkait hal ini Kapolda Jatim Irjen Drs. Pol Luki Hermawan M.Si menyikapi tegas dan akan mengusut tuntas, para pelaku tiba di Mapolda Jatim jalan Ahmad Yani Surabaya.

Kapolda Jatim Irjen Drs. Pol Luki Hermawan M.Si mengatakan, terima kasih tadi barusan saya ingin melihat langsung kepada proses penyidikan dan mengecek. Karena ini masalah prostitusi online.

“Menjadi berita yang heboh jadi saya harus betul betul mengetahui proses penyidikannya, tadi kami mengecek betul siapa yang melakukan penyidikan. Alhamdulillah tadi saya lihat polwan yang mengerjakan proses penyelidikannya terhadap Vanessa,” tuturnya. Senin (14/01/2019)

Masih dengan Kapolda, sesuai dengan aturan dan saya pikir sudah yakin, polisi akan melakukan pemeriksaan dengan prosedur, dengan profesional tidak terpengaruh dengan berita yang sekarang sedang beredar sehingga sekarang para penyidik murni bisa melakukan mengambil fakta hukum yang ada sesuai dengan bukti forensik.

“Sehingga dengan murni nanti penyidik bisa melakukan mengambil kearah mana nanti setelah pemeriksaan ini lanjutannya. Ada DPO dalam kasus ini, dan mohon doanya mudah mudahan segera di tangkap. Untuk artis yang 2 orang sudah diterima. Yang lainnya sisanya masih belum. Kita akan terus komunikasi, mungkin dengan managernya. Pihak management, untuk berusaha mencari dengan alasan alamatnya mereka belum pindah pindah,” pungkasnya.

Terkait ini, Pengacara ES Franky Desima Waruwu menyatakan kalau ES dan Vanessa dijemput dari bandara dengan mobil plat merah itu hoax. Untuk status Vanessa tergantung hasil penyelidikan. Karena dari hasil pendalaman dari data forensik ini ada 9 yang langsung, dari 15 itu 9 kali transaksi. Yaitu di Singapura 2 kali, di Jakarta 6 kali, di Surabaya 1 kali ini yang sudah ada keterkaitan langsung Vanessa,” ungkapnya.

Polemik Prostitusi ini, sedang didalami oleh penyidik. Mungkin dari sini semoga penyidik bisa mengambil data lengkap sehingga bisa memutuskan arahnya nanti. Kuasa hukum ES bicara tidak menerima dana dari transaksi online dari VA ini, artinya bukti dan data rekening berbicara tidak bisa dibohongi. Terlihat dari bukti forensiknya. Jika bertolak tidak terbukti pada mucikari ES maka Vanessa terindikasi menjadi tersangka. (M9)

Komentar

Berita Terkait