oleh

Perketat PPKM Darurat, Kapolda Jatim Jalankan Inmendagri

Detiknews.id Surabaya – Berdasarkan Instruksi Mentri Dalam Negeri (Inmendagri) nomer 16 tahun 2021. PPKM Darurat diperketat di wilayah Polda Jatim,  Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta menghimbau masyarakat untuk patuh demi keselamatan masyarakat. Didampingi Dirlantas dan pejabat utama Polda Jatim, melakukan pengecekan di titik-titik penyekatan, khususnya dipenyekatan bundaran Waru Surabaya.


info

DetikNews.ID



Ada yang Menarik


lanjut baca berita


Evaluasi, guna menyelamatkan masyarakat. Kapolda Jatim bersama bersama jajaran melakukan pengecekan titik-titik penyekatan yang telah dilaksanakan seluruh Jawa Timur.

“Saat ini kami bersama jajaran Ditlantas, Polrestabes Surabaya, dan di-back up oleh jajaran Kodam, Korem maupun Satpol PP. Melakukan penyekatan dititik Waru, melihat dan mengevaluasi, apakah pelaksanaan penyekatan berjalan efektif. Tujuan dari Inmendagri 16, sudah jelas, untuk menyelamatkan nyawa kita semua,” papar Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

Menurut Kapolda, ada banyak komponen yang terlibat, yaitu pertama dari pemerintah. Yaitu TNI, Polri dan pemerintah. Selanjutnya, komponen kedua dari pengusaha. Yaitu termasuk esensial, non esensial, kritikal dan non kritikal. Yang ketiga masyarakat, serta yang keempat dari bidang Kesehatan.

“Empat komponen utama ini didukung oleh semua komponen, dan harus bekerja sama. Pemerintah mengeluarkan aturan, kami melaksanakan. Masyarakat mendukung, kemudian pengusaha disektor non esensial dan non kritikal juga memberitahu pada karyawannya, supaya tidak masuk kerja dulu, dapat diatur bekerja dari rumah. Sabar diam dulu di rumah,” tandasnya.

Bagi yang tidak termasuk sektor esensi dan kritikal, tujuannya adalah mengurangi penyebaran. Sudah banyak yang sakit dan banyak yang meninggal.

“Kami berharap dengan patuh aturan ini perlahan-lahan nanti akan bisa menurun angka positifnya. Harapan kami, ayo kerja sama supaya kita bisa melandaikan angka pertambahan covid,” harapan Kapolda.

Sementara jalur Ahmad Yani ditutup total, menyusul jalur penyekatan lainnya namun melihat hasil evaluasi dari penyekatan di daerah tersebut berjalan efektif atau tidak, jika tidak efektif maka akan dilakukan hal yang sama atau di tutup total.

Namun sekali lagi pertanyaannya apakah masyarakat atau orang pekerja masih bisa?

Mereka wajib melengkapi dengan surat ijin atau surat keterangan dari kantornya. Yang dibidang esensial ataupun kritikal. Jadi sementara yang diluar itu semua tutup dulu.

“Pengusaha yang masuk kriteria esesial dan kritikal harus memanggil karyawannya memberitahukan untuk melengkapi dokumennya seperti surat keterangan bekerja dari perusahaan, surat hasil negatif Swab Antigen, baru bisa masuk,” terangnya.

Lanjut Kapolda, kalau tidak ada membawa persyaratan itu tidak bisa. Saya tegaskan lagi tidak bisa. Kita harus tegakkan aturan supaya menyelamatkan masyarakat.

“Ini menjadi tugas kita bersama. Petugas akan mempermudah, dengan datang ke Babinkamtibmas, Babinsa, atau Polsek, lapor kepada pimpinan perusahaan untuk minta surat keterangan, kemudian dengan melakukan Swab Antigen.

Kapolda berpesan kepada perusahaan katagori esensial dan kritikal untuk mengatur jam waktu masuk karyawan untuk tidak bersamaan, agar bisa diatur bergantian masuk arah kota surbaya.

“Bagi pengusaha ataupun perusahaan sektor esensial dan kritikal jam kerjanya juga agar kalau bisa diatur antar perusahaan satu dengan yang lain, contoh jam tujuh, jam delapan, jam sembilan atau jam sepuluh. Nanti kami akan berkordinasi dengan bapak Sekda Provinsi terkait surat keterangan serta pengarahan kepada seluruh pengusaha,” paparnya.

Kapolda mengharapkan agar seluruh masyarakat Jawa Timur mematuhi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, selama beberapa hari ke depan tetap tinggal di rumah tidak bepergian. Sehingga angka aktif covid dapat menurun dan ekonomi Jawa Timur kembali bangkit.

“Sekali lagi, kami menghimbau dana meminta kesadaran kepada masyarakat agar satu atau dua minggu ke depan. Tetap tinggal di rumah tidak kemana mana, jangan malah mencari celah jalan seperti terkesan kucing-kucingan dengan petugas. Semua demi keselamatan kita bersama.” tutup Kapolda Jawa Timur. (M9)

Mungkin Anda Suka

Komentar