oleh

Peringati Hari Matinya Keadilan,DPC Permahi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Gelar Aksi Damai

Print This News Print This News

PANGKALPINANG — Bentuk kekecewaan Persatuan Mahasiswa Hukum Indonesia Bangka Belitung ( Permahi Babel ) mengelar aksi damai terkait kasus aktifis aktifis yang belum terselesaikan yang dianggap telah melanggar HAM.Senin (07 /09/2020) sekitar pukul 14.30 WIB, bertempat di Kantor DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan,Kota Pangkalpinang.

info DetikNews.ID

lanjut baca berita

Kegiatan Aksi damai oleh Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Mahasiswa Hukum Indonesia Bangka Belitung (DPC Permahi) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai Korlap (Delviero Naufal) dan Ketua DPC Permahi Babel (Aprizal) serta diikuti 30 orang dalam rangka memperingati hari Matinya Keadilan (September Hitam) Melawan Lupa dengan tuntunan menuntut Keadilan Kasus Aktivis Munir selaku pembela HAM.

Titik kumpul dan start masa aksi berawal di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang yang selanjutnya menuju Kantor DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,Persatuan Mahasiswa Hukum Indonesia Bangka Belitung ( Permahi Babel ) yang di Ketuai oleh Aprizal dan di pimpin Korlap aksi damai Delviero Naufal mengelar aksi dengan menggunakan alat peraga seperti Pengeras suara,Bendera Permahi DPP Kepulauan Bangka Belitung,Poster bertuliskan

– Selamat Datang September Hitam Terus Melawan Sampai Ditemukan.

РJangan Diam Tuntaskan  Pelanggaran HAM

РMaaf Perjalanan Anda Terganggu Sedang Ada  Perbaikan Negara

– Ape Kabar Seperadik ? Kasus Marsinah Lom Udah Aben

– Masih Hilang, September Hitam September Berdarah, Melaqan lupa

– Tidak Mati Kami Ada Berlipat Ganda, Kami Masih Utuh dan Kata – Kata Belum Mati.

Delviero Naufal selaku Korlap aksi dalam orasinya mengatakan ,” Kenapa dinamakan September Hitam, karena di bulan ini banyak kejadian yang belum terselesaikan,sehingga Permahi melaksanakan aksi untuk mengingatkan kita semua dengan untuk menyerukan keadilan,”Katanya.

Masih adanya kasus pelanggaran HAM yang belum ada kejelasanya dan pihaknya merasa kecewa dengan pelaksanaan dan proses hukum,”Ungkap Delviero.

Apakah karena menyuarakan keadilan dan hak masyarakat tidak diperbolehkan dan harus ada yang meninggal sehingga kami meminta kasus kasus tersebut secara hukum,”Ujar Delviero.

Aprizal selaku Ketua DPC Permahi Babel menerangkan,” Bahwa banyaknya aktifis yang sudah meninggal akan tetapi kasusnya belum terselesaikan, di mana orang – orang tersebut yang memperjuangkan hak – hak rakyat dalam menegakan keadilan dan kepada aparat terkait agar mengingat kembali serta dapat menyelesaikan kasus tersebut,” Pintanya.

Aprizal juga menjelaskan,” Bahwa Permahi akan terus bergerak dan melawan yang tidak benar serta membela masyakarat yang tertindas,”Jelasnya.

Aktifis bukan kriminal stop kekerasan terhadap aktifis,”Seruan Aprizal.

Masa aksi diterima oleh Wakil DPRD 3 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Amri Cahyadi dengan tanggapan bahwasanya pihaknya berteriman kasih karena Permahi telah mengingatkan kembali terkait kasus – kasus tersebut dan nantinya untuk tuntutan akan disampaikan ke Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Isi tuntutan yang disampaikan oleh Permahi Babel :

1) Berharap Gubernur dan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendukung dan melindungi aktifis serta mahasiswa juga masyarakat yang menyampaikan pendapat dimuka umum.

2) Hentikan tindakan Represif dan Kiminalisasi oleh aparat Penegak Hukum terhadap aktivis dan mahasiswa serta masyartakan yang memperjuangkan hak – haknya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

3) Usut tuntas pelangaran HAM dan HAM Berat umumnya di Indonesia dan khusunya di Bangka Belitung.

(ALE)

DIRGAHAYU TNI 75
Header

Komentar

Berita Terkait