Penumpang Padati Pelabuhan Tanjung Perak, Arus Mudik Naik 121 Persen

Pelindo 3

Detiknews.id Surabaya – Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) yang masuk dalam lingkup area Pelabuhan Tanjung Perak, Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa. Memadati Pelabuhan Tanjung Perak dan mengalami peningkatan hingga 121 persen.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat yang membutuhkan moda transportasi umum yang aman dan nyaman salah satunya adalah kapal laut, terminal GSN setiap harinya selalu dipenuhi oleh berbagai penumpang kapal dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri. Seperti Kapal penumpang dan Kapal Ro-Ro.

Namun disamping itu terdapat kegiatan yang juga tidak kalah ramainya dengan arus penumpang yang masuk setiap harinya yakni pengangkutan unit kendaraan yang juga menjadi pemandangan sehari-hari.

Rendy Fendy selaku Kahumas Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa menjelaskan adanya kenaikan jumlah volume penumpang maupun kendaraan yang diangkut oleh kapal roro sepanjang tahun 2023 yang melebihi RKAP tahun 2023 hingga triwulan ke-4 dan melampaui capaian realisasi volume arus penumpang dan kendaraan tahun 2022.

“Terjadi tren kenaikan kinerja Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa yang sangat positif. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana pencapaian arus penumpang dan kendaraan sampai dengan Triwulan 4 tahun 2023 yang terus mengalami peningkatan,” tuturnya.

Baca Juga
Pelindo 3 Gelar Rapid Test Covid-19 di Zona Merah dan Sediakan 50 Ribu Alat Tes

Menurut laporan yang Rendy terima, realisasi hingga Triwulan 4 tahun 2023 untuk arus Penumpang di Terminal Penumpang GSN mencapai 1.422.380 orang. Sedangkan untuk arus Kendaraan telah mencapai 365.620 unit.

“Ini artinya masing-masing arus terealisasi sebesar 117 persen untuk satuan orang dan 110 persen untuk satuan unit dari angkaran RKAP sampai dengan Triwulan 4 tahun 2023 dan mengalami peningkatan 121 persen untuk orang dan 122 persen untuk unit Kendaraan dibandingkan realisasi 2022.

Lanjutnya, hal tersebut terjadi dikarenakan semakin banyaknya jumlah armada kapal yang beroperasi dan adanya penambahan rute destinasi serta pelabuhan baru yang beroperasi, jadi semakin banyak rute yang dilayani maka semakin banyak penumpang yang dapat menggunakan moda transportasi laut ini.

“Terlebih di tahun 2023 ini segala bentuk penyekatan atau pembatasan karena Covid-19 telah dicabut oleh pemerintah jadi masyarakat lebih aman untuk berpergian”, terang Rendy saat ditemui di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak.

Baca Juga
Pelayanan Terbaik Polsubsektor Kawasan Pelni Jamin Keamanan dan Ketertiban Penumpang

Rendy juga menjelaskan bahwa kondisi tersebut disebabkan karena peningkatan yang sangat signifikan pada moda kapal roro yang di dominasi truk besar bermuatan di atas 30 ton dengan tujuan paling padat ke Makasar.

“Penyebab lainnya karena adanya tujuan kapal ke Lembar dan Labuan Bajo – Ende yang merupakan destinasi wisata dimana para wisatawan bisa membawa kendaraan pribadi mereka untuk berlibur,” ungkapnya.

Sementara untuk realisasi produktivitas gudang Pelabuhan Kalimas sendiri hingga Triwulan 4 tahun 2023 telah mencapai 11.770 Ton atau terealisasi sebesar 106 persen dari anggaran RKAP tahun 2023. Sedangkan untuk realisasi tahun 2022 sebesar 10.846 Ton atau naik 109 persen dibandingkan realisasi 2022.

Selain itu realisasi produktivitas barang non petikemas menggunakan kapal Ro-Ro hingga Triwulan 4 tahun 2023 juga mengalami kenaikan hingga mencapai 206.872 unit atau terealisasi sebesar 116 persen dari anggaran RKAP tahun 2023. Sedangkan untuk realisasi tahun 2022 sebesar 167.836 unit atau naik 123 persen dibandingkan realisasi 2022.

Baca Juga
Puncak Kelistrikan Lebaran 2023, Konsumsi Listrik PLN Naik Signifikan

Rendy menjelaskan bahwa tercapainya produksi barang di tahun 2023 khususnya dalam satuan Ton disebabkan oleh meningkatnya barang seperti Pakan Ternak, Pupuk, Raw Sugar dan Beras.

Sementara itu untuk realisasi produktivitas lapangan di Pelabuhan Kalimas sampai dengan Triwulan 4 tahun 2023 mencapai 44.508 Ton atau terealisasi sebesar 81 persen.

Sedangkan untuk tahun 2022 terealisasi hingga 90 persen. Hal ini disebabkan karena terjadi penumpukan barang akibat menunggu muatan ke kapal serta adanya cuaca buruk.

Secara umum, Pelabuhan Kalimas mengalami kenaikan produktivitas di berbagai sektor arus. Rendy menyebutkan bahwa hal tersebut sebagai komitmen Pelindo untuk memberikan pelayanan jasa kepelabuhan terbaik.

Tidak hanya itu, ia memastikan pelayanan yang efisien serta terjangkau bagi semua kalangan masyarakat. Ia berharap Pelindo dapat terus berkontribusi terhadap laju pertumbuhan arus logistik Indonesia dan internasional. (M9)

Komentar

Berita Terkait