oleh

Pembangunan Apertement Serpong Garden Ganggu Kenyamanan Warga

Tangerang,Detiknews.id — Deru suara bising mesin eskavator dan lalulalang truk saat pengerjaan pengurukan membuat warga masyarakat desa cibogo geram.

 

Senin (09/09/2019) malam warga sekitar mengaku sangat  terganggu dari      suara        bising    mesin      eskavator/beko    dan     truck pengurukan tanah Proyek apartment serpong garden,desa cibogo kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang yang berkerja hingga larut malam.

Pengerjaan proyek pembangunan aprtement serpong garden seakan tiada hentinya membuat warga terganggu,terutama kebisingan mesin eskavator/ beko dan truk pengurukan tanah hingga larut malam yang membuat warga merasa sangat terganggu.

Dayat salah satu warga terdekat yang tinggal Persis di pinggir proyek pembangunan merasa sangat terganggu dengan suara mesin eskavator/beko  ” berisik banget sampai gak bisa tidur mana ibu saya lagi sakit,kalau berisik pengecoran masih bisa saya maklum karna kalau pengerjaan pengecoran 24 jam dan sudah ada kesepakatan sebelumnya, tapi ini mah suara bener bener sangat mengganggu saya dan keluarga terutama ibu saya yang sedang sakit, jam kerjapun sudah melewati aturan, haruasnya alat berat itu gak lebih dari jam 10 tapi ini mah melebihi batas sampai lewat jam 12 malam masih aja kerja”ungkap dayat dengan nada kesal.

Ditempat yang sama Berong (50), salah seorang perwakilan warga saat diwawancarai di lokasi proyek, kedatangan mereka meminta peroses pengerjaan pengurugan tanah agar dihentikan sementara sampai ada kesepakatan antara warga dan pihak pelaksana proyek.

“Pada dasarnya kita mendukung pembangunan apartemen untuk kemajuan wilayah tapi harus ada imbas bagi lingkungan”

Dia mengklaim pengerjaan pengurugan diduga telah menyalahi aturan yang sebelumnya disepakati antara warga dan pihak manajemen.

“Seharusnya dalam pengerjaan pengecoran saja yang boleh dikerjakan sampai tengah malam sedang untuk yang lainnya hanya sampai pukul 22.00 Wib,” tukasnya.

Namun warga tidak dapat berbuat banyak karena sudah ada perjanjian antara pihak menejemen dengan perwakilan warga.

Kompensasi yang diberikan, kata Berong lebih banyak diberikan untuk segelintir orang dan organisasi, sementara yang diberikan ke masarakat yang terdampak langsung hanya sebagian kecil

 

Sementara itu pihak manajemen yang di Wakili Koordinator Keamanan Apartemen Serpong, Slamet Prasetyo enggan memberikan banyak komentar.

Namun Slamet Prasetyo menjanjikan akan memanggil pihak RT/RW, organisasi yang terlibat dan pihak management  untuk ikut dalam peroses mediasi.

Nantinya proses mediasi akan dilangsungkan Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 14:00 WIB di kantor pelaksana peroyek.

“Saya akan sampaikan, gak berani ngomong panjang, takut salah, biar pihak manajement aja saat mediasi yang ngomong,” ucap Prasetyo menegaskan. (nur)

Komentar

Berita Terkait