oleh

Imigrasi AS, 2.342 Anak Telah Dipisahkan Dari 2.206 Orang Tua Mereka Antara 5 Mei Hingga 9 Juni

Detiknews.id – Jaksa Agung Amerika Serikat Jeff Sessions menolak anggapan bahwa pusat penahanan anak-anak imigran gelap yang dipisahkan dari orang tua mereka mirip kam konsentrasi NAZI.


info

DetikNews.ID



Ada yang Menarik


lanjut baca berita


Dalam wawancara di Fox News Senin (18/6) waktu setempat, Sessions mengatakan pemerintah melakukan pengamanan perbatasan dengan prinsip zero tolerance.

Menurut imigrasi AS, 2.342 anak telah dipisahkan dari 2.206 orang tua mereka antara 5 Mei hingga 9 Juni.

Komentar Sessions dilontarkan setelah mantan direktur CIA Michael Hayden membandingkan pemisahan para keluarga imigran ilegal itu dengan kam konsentrasi Auschwitz, di mana jutaan warga Yahudi dan minoritas lainnya terbunuh.

“Ini jelas dilebih-lebihkan, tentu. Dalam NAZI Jerman, mereka melarang Yahudi meninggalkan negara,” kata Sessions.

“Secara fundamental, kami hanya menegakkan hukum. Dengan harapan supaya orang-orang memahami pesannya dan tidak menerobos perbatasan secara melanggar hukum.”

Ibu Negara Melania Trump dan empat wanita pendahulunya juga mengkritik pemisahan anak imigran gelap itu.

Laura Bush mengatakan pusat-pusat penahanan itu mengingatkan dia pada kam-kam penahanan warga Amerika keturunan Jepang saat pecah Perang Dunia II.

Zero Tolerance

Lewat operasi anti-imigran gelap dengan prinsip zero-tolerance yang diluncurkan pemerintahan Donald Trump Mei lalu, semua penerobos perbatasan termasuk yang baru pertama kali melakukannya akan dikenakan tuduhan pidana dan wajib ditahan sembari menunggu persidangan.

Anak-anak imigran tidak boleh ditahan bersama orang tua mereka dan ditempatkan di lokasi terpisah di bawah penjagaan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan.

Pemerintah sebelumnya hanya memberi panggilan sidang bagi pelanggar perbatasan pertama kali. Namun, menurut pemerintahan Trump, pendekatan seperti itu memicu terjadinya “kucing-kucingan” karena banyak imigran gelap tidak pernah muncul di persidangan.

Pemerintah sekarang juga kerap mendebat terminologi yang dipakai selama operasi tersebut. Departemen Keamanan Dalam Negeri menyebut pusat penahanan anak-anak imigran yang terbuat dari anyaman kawat sebagai “penampungan” (shelter), bukan “kandang” (cage).

Situs Dictionary.com melaporkan adanya kenaikan 279% untuk pencarian arti “cage” dalam beberapa hari terakhir.

Mungkin Anda Suka

Komentar