Ditlantas Polda Jatim Gelar Rakor Lintas Sektoral, Kesiapan Operasi Ketupat Semeru 2024

Polda Jatim

Detiknews.id Surabaya – Ditlantas Polda Jatim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral, yang dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin. Ini dalam rangka Kesiapan Operasi Ketupat Semeru 2024. Dihadiri Ditlantas Polda Jatim, Satlantas Polres jajaran, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, ASDP dan BMKG.

Dalam paparannya, Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin menuturkan, dalam pemaparan Rakor ini melibatkan semua instansi untuk memastikan Kesiapan Operasi Ketupat. Mulai dari PUPR, dinas Perhubungan, Pariwisata, ASDP dan BMKG. Siap menyambut pelaksanaan Operasi ketupat.

“Operasi Ketupat Semeru 2024 kali ini  sesuai prediksi yang sudah disampaikan dari Kementerian Perhubungan. Bahwa tahun 2024, akan ada sekitar 196 juta pergerakan. Diantaranya 16,2 persen atau 31 Juta akan mengarah ke Jatim,” tuturnya usai Rakor di Hotel Wyndham Jalan Basuki Rahmat Surabaya.

Lanjutnya, tentunya dengan prediksi tersebut harus mempersiapkan mengantisipasi berbagai potensi mulai dari kemacetan, hambatan dijalan, bencana. Oleh karena itu, rakor telah memperlihatkan kesiapan dari setiap instansi.

Baca Juga
Asiong Diduga Tipu Orang Medan Bisnis Fiktif, Ratusan Juta Raib

“Ada beberapa yang masih dalam progres, mulai dari ruas jalan yang diperbaiki, sarana infra struktur dari obyek wisata, yang membutuhkan perbaikan lebih jauh. Sehingga, Minimal H-3 menjelang operasi akan kita cek akhir untuk kesiapannya,’ jelasnya.

Menurutnya, sebelum pelaksanaan hari H atau arus mudik, ini akan menjadi pergerakan massa mulai dari arah Jakarta, kemudian Jabar, Jateng dan terakhir masuk di Jatim.

‘Kami prediksi atau diperhitungkan mulai dari tol tepatnya di Ngawi 575, hingga terus kearah timur termasuk sebaran nya di beberapa daerah. Exit tol juga menjadi titik perhatian kita, dan tidak kalah penting dari beberapa simpul mulai dari simpang Mengkreng dan arah Banyuwangi Ketapang,” ungkapnya.

Dipaparkan juga oleh Kombes Komarudin, tentang Kesiapan Ketapang, pemberlakuan operasional jangkar dan Bulusan.

Baca Juga
Ujian SIM Demi Kamseltibcarlantas Bukan Mempersulit, Pesan Dirlantas Polda Jatim

“Diharapkan mampu memfasilitasi seluruh perjalanan yang akan mengarah ke Timur, begitu juga sebaliknya,” terangnya. Kamis malam (21/03/2024)

Soal pengamanan tempat wisata, Dirlantas juga menjelaskan, untuk H+2 sebagaimana juga prediksi yang disampaikan oleh Kadis Pariwisata. Sekitar tanggal 12-13 adalah puncak dari jalur wisata.

“Kami akan menyiapkan akses jalur wisata. Mulai dari simpang Singosari, Pandaan, dan akses menuju jalur wisata. Terpenting juga koordinasi dengan para pengelola pariwisata. Seperti kapasitas kantong parkir dan fasilitas infrastruktur. Sehingga mobilitas masyarakat berjalan dengan lancar,” paparnya.

Selanjutnya, Setelah itu pengamanan Arus balik, usai liburan diprediksi pada tanggal 14-15. Saat ini masih dipersiapkan kekuatan personil dari semua instansi, untuk penempatan di semua Pos.

“Kami akan mempersiapkan personil lebih besar dari tahun sebelumnya. Kekuatan personil tidak akan kurang dari tahun lalu sekitar ribuan personil yang akan diterjunkan. Mengingat dinamika dan pertumbuhan kendaraan serta aktifitas yang presentasenya akan meningkat membutuhkan personil yang lebih banyak,” jelasnya.

Baca Juga
Antigen Massal di Bangkalan, Antisipasi Forkopimda Jatim Cegah Sebaran Covid-19

Rawan banjir juga dipetakan oleh BMKG dan PUPR. Ditanggal tersebut masih pancaroba perlu antisipasi. Instansi dari PUPR juga sudah plot untuk titik-titik penempatan kendaraan berat.

Ditambahkan oleh Dirlantas, soal angkutan lebaran, terkait pemberlakuan angkutan barang sesuai kebijakan wilayah seperti ketentuan one way dan lainnya. Untuk angkutan barang yang melanggar akan ada penilangan. Kendaraan yang diijinkan hanya kendaraan yang mengangkut sembako.

“Tanggal pembatasan angkutan barang 5-16 April 2024. Bahwa khusus kendaraan angkutan Sembako dan obat-obatan. Diluar itu harus memiliki ijin khusus dari Polda Jatim. Seperti bahan bangunan dan angkutan lainnya dilarang. Ini sebagai upaya untuk kelancaran angkutan lebaran,” pungkasnya. (M9)

Komentar

Berita Terkait