Diduga Orang Suruhan Agat, Suap Oknum Wartawan Redamkan Berita Dibalik Kasus SHP Timah

Lainnya lagi adalah, seorang sumber yang menolak namanya dimasukan dalam media, Ia mengatakan persoalan ini ada ditengarai dua orang oknum wartawan yang telah “masuk angin” karena justru berperan sebagai kolaborator dari tindakan “perkeliruan” dari Boss Timah Agat. “Ada dua yang berperan di kasus Agat, diutus untuk ngeredam pemberitaan,” kata sumber.

Senada dengan sumber, salah satu portal berita terkemuka di Prov Babel, Rakyatpos secara blak-blakan melansir berita terkait dugaan ikut bermainnya oknum wartawan dalam pusaran kasus pembelian pasir timah kadar rendah milik pengusaha Agat.

Ironisnya, utusan itu adalah oknum wartawan yang sengaja menemui  pimpinan media di Bangka Belitung ke kantornya, setelah korannya beberapa kali menerbitkan berita kasus itu.

Oknum ini diduga utusan salah seorang kolektor yang memasok pasir timah ke gudang PT Timah, yakni Agustino alias Agat. Kolektor besar wilayah Jebus, Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat ini adalah salah satu saksi yang telah diperiksa pihak Kejati Babel beberapa waktu lalu.

“Dia ketemu saya, bertanya kenapa berita Agat itu masih naik (terbit) juga. Saya kaget, apa masalahnya. Dia sebut juga ada (oknum wartawan) yang lain juga ikut mengatur-atur,” ungkap pimpinan media itu dikutip rakyatpos.com, Sabtu (16/5/2020).

Menanggapi hal tadi, Pers Babel kembali meminta tanggapan pada Ketua HPI Babel, Rikky Fermana, dengan sedikit terkejut Rikky menyayangkan ulah oknum wartawan yang bersedia dicucuk hidungnya dengan uang pengusaha Agat. ” Kemana itu larinya idealisme mereka sebagai wartawan? Kita semua juga butuh uang, siapa sih yang gak butuh uang? Tapi kalau caranya begitu, kasian teman profesi yang lain ikut tercemar, kata jurnalis jadi ikut tercoreng,” ungkap Rikky Fermana.

Komentar

Berita Terkait