PJB Services Ciptakan Teknologi Anti Kedip, Gelar Expo Diikuti 43 Industri Listrik

Detiknews.id Surabaya – PJB Services menggelar PowerXellence PJB Services Expo & Conference (PowerX) 2022. Ini dalam rangka memperingati HUT PJB Services ke-21. Dengan tagline “Jump To Rise Together”. Event mulai tanggal 21 hingga 23 Juni 2022, tema “Recapturing the Growth Momentum in Synergy & Collaboration Enhancement” sebagai momentum pertumbuhan melalui peningkatan sinergi dan kolaborasi khususnya ditengah masa transisi pandemi Covid -19 menuju Endemi.

Direktur Utama PT PJB Services, Teguh Widjajanto menuturkan, PowerXellence PJB Services Expo & Conference dengan konsep offline di tahun 2022 ini untuk menjadi momentum untuk tumbuh bersama antara PJB Services dengan seluruh stakeholdernya melalui sinergi dan kolaborasi, mengedepankan kegiatan yang dapat memberikan wawasan dan solusi di masa depan khususnya era disruptive seperti saat ini.

“Tahun 2022 ini merupakan tahun pertama pelaksanaan event untuk memperkaya acara ketenaga listrikan yang lebih memfokuskan pada pengembangan bisnis dan teknologi untuk menjawab kebutuhan stakeholder terkait energi listrik yang berkualitas,” tuturnya.

Masih dengan Teguh, perhelatan ini juga memberikan referensi untuk secara kontinyu mewadahi beragam perusahaan dan insititut berskala internasional dalam memaparkan produk dan inovasi terbaiknya kepada khalayak luas.

“Ekosistem bisnis akan terbentuk melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dan para pelaku bisnis ketenaga listrikan yang memiliki keunggulan dibidangnya baik di tingkat nasional maupun global,” jelasnya.

Menurut Teguh, tentunya tantangan akan semakin berat bahwa dunia telah memasuki era Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity (VUCA) yang mengharuskan seluruh elemen dalam dunia ketenaga listrikan untuk menyiapkan diri termasuk prospek dimasa depan dalam percepatan pemulihan di tahun 2022.

“Event bisnis dan teknologi ini akan memberikan kesempatan kepada para pemangku kepentingan untuk mendengar isu-isu bisnis dan energi saat ini khususnya di sektor industri dengan mempertemukan akademisi, pemimpin bisnis, pembuat kebijakan dan analis dari berbagai institusi untuk membahas peluang dan tantangan di Indonesia,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Teguh, Kita adakan yang pertama kali tujuannya ingin membentuk iklim sinergi dan kolaborasi dengan mitra tujuannya apa PJB Services supaya dapat support terutama suplying sparepart, sehingga pelayanan listrik di negeri ini makin baik.

“Listrik ini tidak boleh kedip sebentar aja gak bisa. Nah ini perlu perencanaan yang matang untuk semua research yang diperlukan untuk semua pengoperasian terutama disisi pembangkit. Jadi kami harus menggandeng banyak mitra untuk bersama – sama membangun iklim bisnis memberikan pelayanan yang baik bagi negeri ini,” tambahnya.

Permintaan masyarakat itu makin lama akan makin tinggi apalagi industri yang minta listriknya anti kedip jadi kedip aja gak bisa, oleh karena itu diperlukan teknologi yang bagus dan teknologi terkini. Inilah forum bersama untuk menyelesaikan masalah – masalah yang ada di industri kelistrikan.

“Salah satu untuk mengantisipasi jadi karena kami tidak bisa sendirian melayani kelistrikan di negeri ini jadi saat ini kami melayani 32 lokasi pembangkit mulai dari aceh sampai Maluku Utara yang tersebar di seluruh Indonesia, kami punya 6 Ribu pegawai. Kami harus bekerjasama supaya cepat & makin baik untuk kelistrikan di negeri ini,” tandasnya.

PJB Services memberikan penghargaan kepada pelaku bisnis industri listrik / M9

Pameran ini diikuti mulai dari penyedia energi listrik seperti Pertamina Geothermal Energy, penyedia jasa layanan MRO seperti GMF Aero, Barata, Taka Turbo dan Varley Indonesia, manufaktur seperti Shell dan ABB, investor dan manufaktur Internasional seperti Marubeni dan Sumitomo hingga anak perusahaan di lingkungan PLN grup seperti PLNT dan PLNSC menjadikan pameran ini sangat berwarna.

PowerXellence PJB Services Expo & Conference menjadi event untuk memperkaya kegiatan kelistrikan Indonesia dengan memberikan nilai tambah bagi stakeholder khususnya pengguna produk energi listrik seperti industri baik itu industri kertas, pupuk, agrobisnis hingga minyak dan gas. Acara akan dilakukan secara offline dengan protokol kesehatan yang ketat berskala Internasional.

Mungkin Anda Suka

Komentar

Berita Terkait