Jatim Talk: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen, BI Tekankan Sinergi Hadapi Tantangan Global

Penguatan Daya Saing melalui Hilirisasi dan Investasi Berkelanjutan

Detiknews.id Surabaya – Jatim Talk yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (KPw BI Jatim), bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur. Dengan tema, Penguatan Daya Saing melalui Hilirisasi dan Investasi Berkelanjutan.

BI Jatim menggelar Jatim Talk, didukung beragam stakeholder / M9

BI Jatim menekankan pentingnya sinergi dan langkah adaptif lintas sektor, untuk menjaga stabilitas. Serta melanjutkan momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah dinamika geopolitik global. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Jawa Timur.

IKLAN UCAPAN

Lanjut Baca Berita

Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim, menuturkan, ekonomi Jawa Timur tetap menunjukkan kinerja solid dengan pertumbuhan sebesar 5,33 persen (year-on-year) pada 2025. Capaian tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan global, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Diperlukan sinergi dan adaptasi untuk menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang,” ujar Ibrahim dalam acara Jatim Talk di Surabaya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan peran strategis Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Ia berupaya melakukan penguatan, melalui kerja sama perdagangan dan investasi antardaerah. Juga percepatan hilirisasi komoditas strategis, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif.

“Jawa Timur juga berperan sebagai lumbung pangan nasional. Dengan fokus pada penguatan distribusi, hilirisasi produk, dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),” tegasnya.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu dari Kementerian PPN/ Bappenas, Kementerian Perindustrian, Bank Mandiri, serta akademisi Universitas Airlangga.

Dalam diskusi, para narasumber menilai kondisi global berpotensi menekan perekonomian nasional dan daerah. Namun, peluang tetap terbuka melalui penguatan investasi, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta kebijakan strategis yang tepat.

Pada kesempatan itu, BI Jatim juga menyerahkan buku LPP kepada Gubernur Jatim. Berisi rekomendasi kebijakan, antara lain: penguatan distribusi barang, percepatan hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, pengembangan UMKM dan pariwisata, digitalisasi fiskal, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju East Java Economic Forum (EJAVEC) 2026, dijadwalkan berlangsung pada September mendatang. (M9)

Komentar

Berita Terkait