oleh

Dr. Asri Sosialisasi Program Ekonomi Masyarakat, Dengan Alat Produksi Kudapan

Detiknews.id Sidoarjo – Sebagai kampus swasta, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) ingin berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bersama Dr. Asri Wijayanti, S.H.,MH. (dosen UM Surabaya) mengembangkan ekonomi masyarakat dengan program pengadaan alat produksi kudapan di Yayasan Baitussalam Jabon Sdoarjo.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang berjudul “Program pengembangan ekonomi masyarakat melalui pengadaan alat Produksi kudapan di Yayasan Baitussalam Jabon Sdoarjo, berbasis marketing mix syariah” dari  Dr. Asri Wijayanti, S.H.,MH. (dosen UM Surabaya) telah memperoleh pendanaan dari  Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembanagn Kementrian Riset, Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi tahun 2019.

Foto : Hasil produksi pengembangan ekonomi melalui alat – detiknewsid/m9

Dr. Asri Wijayanti, S.H.,MH. (dosen UM Surabaya) mengatakan, melalui program ini  diharapkan mampu memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh bapak El Nano (mitra) dalam peningkatan usahanya.

” Dengan solusi yang diberikan atas permasalahan produksi, yaitu penambahan aset, yaitu bantuan pembelian 9 alat produksi kudapan (termasuk pajak) senilai Rp. 30.510.700 kepada Yayasan Baitussalam Jabon Sidoarjo,” tuturnya. Minggu (22/09/2019)

Foto : Jenis penambahan aset yang diberikan kepada masyarakat – detiknewsid/m9

Dr Asri menambahkan, sejumlah alat produksi kudapan itu terdiri atas kompor  jos, mesin pembuat roti (adonan), mesin pencetak mie, mesin pengaduk bumbu, wajan cor, kerangka tirisan, dandang, wajan dan kompor elpiji.

” Solusi lainnya dibidang management dan pemasaran yaitu dengan memberikan pelatihaan pembuatan kudapan baru, pembukuan sederhana, internet dan e-market,” pungkasnya.

Setelah mitra menggunakan alat baru, produksi kudapan yang terdiri atas stik bawang, potato balado, potato sapi panggang, potato jagung manis, makroni manis pedas, makroni balado, makroni asin, makroni sepat balado, dan makroni sepat asin meningkat dua kali lipat atau 100 persen. Insya Allah program ini akan sangat bermanfaat bagi penambahan sumber penghasilan guna biaya operasional Yayasan dalam mendidik 75 anak untuk belajar agama. (M9)

Komentar

Berita Terkait