oleh

Difi A. Johansyah : Bank Indonesia Dukung Pengrajin Batik Ciptakan Peluang Pasar Lokal dan Global

Detiknews.id Surabaya – Dalam rangka melestarikan budaya bangsa. Batik semakin diminati oleh pecinta Fashion. Dengan tema Eksotisme Batik Indonesia, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Timur mengadakan Ngopi Bareng bersama media secara virtual.

info DetikNews.ID

lanjut baca berita

Kepala KPw BI Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, saat membuka Ngopi Bareng Media ke 19 mengatakan, BI akan terus berusaha memberikan dukungan kepada para pengrajin batik baik itu pengrajin pemula maupun pengrajin yang sudah lama eksis menekuni usaha batik.

“Jawa Timur merupakan daerah di Indonesia yang terkenal dengan batiknya. Seperti Batik Gedhog dari Tuban, batik Gajah Oleng dan Sekar Jagat dari Banyuwangi, batik Parang dari Magetan,dan batik Tanjung Bumi dari Madura,” tuturnya. Kamis (15/10/2020)

Masih dengan Difi, para pengrajin batik terus berkarya dan berinovasi serta juga harus bisa melihat permintaan dan peluang pasar baik itu pasar lokal dan global.

”Untuk generasi muda, diharapkan meningkatkan kualitas desain dan karya, serta menjalin kolaborasi dengan pengerajin batik, UMKM dan designer. Para pelaku usaha mampu mengelola perusahaan dan keuangan dengan baik dan tepat,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Designer Profesional asal Banyuwangi, Isyam Syamsi memaparkan, saya banyak menciptakan koleksi Fashion Batik. Sebagian sudah dipakai oleh para pejabat negeri ini.

”Bermula dari menggambar dan juga sering ikut lomba dari event ke event. Saya tidak menyangka peluang tersebut membuka jalan untuk menjadi berkarier di dunia fashion kondang. Pada tahun 2015 memulai menekuni karier serta entrepreneur sebagai fashion designer hingga sekarang,” paparnya.

Lanjut Isyam, saya jua banyak belajar dari almarhum Mas Ramli, mentor fashion guru seperti Bang Merdi Sihombing, Mas Ali Charisma dan desainer lainnya.

”Dari mereka menjadikan namanya terkenal ditingkat nasional. Dan sampai saat ini terus berkarya hingga bisa menciptakan 40 batik khas Banyuwangi di antaranya Motif Batik Gajah Oling dan Sekar Jagat,” ungkapnya.

Isyam menambahkan,untuk generasi muda saya memberikan tips kepada yang akan memulai karier di dunia fashion.

“Pertama membentuk brand dengan ciri khas dan karakter di setiap rancangan desain, perbanyak membangun relasi dan membuka diri menerima kritik saran dan meningkatkan promosi. Sering ikut lomba maupun event fashion show. Selalu upgrade diri dan karya dengan cara mengikuti kelas, sharing diskusi tentang fashion design dengan designer senior nasional maupun Internasional,” pungkasnya.

Narasumber yang hadir adalah Designer juga pengrajin batik dari Banyuwangi, Isyam Samsi, dengan batiknya Gajah Oling dan Sekar jagat. Founder dari tas dan masker batik Wulan Gandanegara. Owner Hallo batik Hillda Sutanto, pengusaha batik untuk kalangan muda dengan moderator Citra Permata. Harapannya, pengrajin batik di Jatim terus eksis dan berinovasi di pandemi Covid-19. (M9)

DIRGAHAYU TNI 75

Komentar

Berita Terkait