oleh

Dalam Paparan Public Expose, Kinerja PT. AGII 2019 Naik 4,7 Persen

Detiknews.id Surabaya – PT. Aneka Gas Industri Indonesia (AGII.JK) merupakan gas Industri pertama dan terbesar di Indonesia. Menggelar Public Expose berada di Ballroom B Lobby level Hotel Samator Surabaya Timur, Jalan Raya Kedung Baruk Surabaya.

Dalam hal ini, memaparkan kinerja Perseroan hingga Sembilan Bulan Tahun 2019 (9M 2019) beserta Outlook bagi tahun 2020. EBITDA AGII sampai dengan akhir 9M tahun 2019 naik 4.7 persen di level Rp. 508 milyar dibandingkan dengan Rp. 485 milyar untuk periode yang sama di tahun 2018.

Dalam paparan publik tersebut, Rachmat Harsono, selaku Presiden Direktur PT Aneka Gas Industri Tbk, menyatakan bahwa, Secara fundamental kondisi AGII saat ini tetap solid dan kami percaya dan yakin bahwa, melalui usaha yang konsisten, PT Aneka Gas Industri Tbk dapat mencapai kinerja yang lebih baik di tahun mendatang.

” Periode 2019 akan menghasilkan pertumbuhan pendapatan antara 10 persen hingga 14 persen dari tahun lalu. Perseroan membukukan kenaikan penjualan diatas 10 persen. Tahun 2019 menjadi sebesar Rp. 1,6 Trilyun. Mayoritas kenaikan dari harga produk jual,” tuturnya. Kamis sore (12/12/2019)

Foto : Para nara sumber yang hadir – detiknewsid/m9

Lanjut Harsono, pertumbuhan tersebut dipicu oleh pertumbuhan di sektor Other Manufacture dan Ritel, masing-masing sebesar 6.3 persen dan 3.5 persen. Sektor-sektor ini memberikan kontribusi sebesar 44 persen  dari pendapatan total AGII pada 9M19 dibandingkan 35 persen pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

” PT. Aneka Gas Industri juga telah menyelesaikan 4 filling station pada periode (9) bulan pertama di tahun 2019, sehingga jumlah filing station yang dikelola oleh Perusahaan berjumlah 104 filing station yang tersebar di 23 propinsi di Indonesia,” ungkapnya.

Harsono menambahkan, terkait aspek profitabilitas, Perseroan membukukan untuk periode 9M 2019 antara lain, Marjin  Laba Kotor sebesar 44.91 persen, Marjin Laba Usaha sebesar 18.63 persen, dan Marjin EBITDA sebesar 31,42 persen dan penghasilan bersih.

” Sementara itu, AGII juga berhasil menjaga likuiditas Perseroan dalam jangka pendek dengan rasio lancar  diatas 1x dalam beberapa tahun terakhir. Rasio solvabilitas Perseroan berupa rasio hutang dibandingkan Equitas: perusahaan (DER) adalah sebesar 1,15x, mana angka tersebut masih pub dibawah batas maksimum yang ditetapkan oleh Bank,” pungkasnya.

Hal ini menunjukkan AGII tetap berupaya untuk mempertahankan  keseimbangan antara aset dan liabilitas usaha untuk memastikan pertumbuhan  yang berkelanjutan. (M9)

Komentar

Berita Terkait