oleh

Bank Indonesia 5,8 Persen Proyeksi Ekonomi Jawa Timur 2019

Detiknews.id – Hotel Java View Bromo, Probolinggo menjadi tempat pilihan Bank Indonesia dalam rangka pelatihan wartawan Ekonomi dari beberapa kota di Jawa Timur. Terkait ini dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah.

Foto : Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jatim Difi Ahmad Johansyah sedang edukasi di depan para wartawan – detiknewsid/m9

Hadir pula, Azka subhan Kepala perwakilan BI Malang, Dery Rossianto Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Provinsi Jatim, Harmanta Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim, Taufik Saleh, Kepala divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan BI Provinsi Jatim dan Djoko Raharto Kepala Perwakilan BI Kediri.

jual properti

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah mengatakan, Bank Indonesia akan mengembangkan komoditas pertanian dan perkebunan yang berorientasi pasar ekspor selama tahun 2019. Komoditas yang akan dikembangkan adalah kopi, cokelat, kedelai, bawang putih, jagung, dan padi organik.

“Selain itu, Komoditas lain yang terkait ketahanan pangan seperti telur, cabai, dan daging tetap menjadi perhatian utama  BI Jawa Timur. Komoditas pangan di Jawa Timur menjadi penyumbang penting pangan nasional,” tuturnya.

Menurut Difi, komoditas pertanian dan perkebunan di Jawa Timur harus mampu menembus pasar global lewat ekspor. Melalui BI Jawa Timur maupum perwakilan BI di kota-kota Jawa Timur,” ungkapnya. Kamis (31/01/2019)

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BI Kediri Djoko Raharto memaparkan, wilayahnya juga mengembangkan komoditas kopi. Petani di Tulungagung yang menjadi wilayahnya, telah berhasil menanam sekitar 40 ribu pohon kopi Arabica specialty dengan sebagian pengadaan dibantu oleh pihak BI.

“Saat ini BI selanjutnya berusaha untuk mendatangkan eksporter agar produk kopi ini mampu menembus pasar global. Tak hanya itu saja, coklat di Blitar juga menjadi komoditas unggulan yang akan diorbitkan ke pasar internasional,” paparnya.

Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan juga menyampaikan, wilayahnya akan berfokus pada pengembangan bawang putih, kopi, dan padi organik. Ketiga komoditas tersebut, sangat potensial untuk memasuki pasar ekspor dan mengurangi impor.

Foto : Suasana diskusi – detiknewsid/m9

“Namun untuk memasuki pasar ekspor, tentu komoditas tersebut harus unggul dan kompetitif sehingga dapat diterima pasar serta lebih diperbaiki lagi sisi budi dayanya. Misalnya untuk kopi, perlu memilih bibit yang baik, pohon pelindung, dan pemakaian pupuk organik. Intinya, budi dayanya dilakukan secara organik. Semua komoditas yang mendukung ketahanan pangan, khususnya,” ujarnya.

Dery Rossianto Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Provinsi Jatim menambahkan, pengembangan Ekonomi daerah akan di tingkatkan melalui petani dan UMKM khususnya.

“Kami akan memperhatikan secara intens kepada para petani maupun peternak melalui proses sehingga menghasilkan produk yang berkualitas. Nantinya hasil tersebut bisa membantu penghasilan mereka dan bisa  mengembangkan usaha mereka,” pungkasnya. (M9)

Komentar

Berita Terkait