Detiknews.id Surabaya – Wakil Menteri (Wamen) Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, BA, MSc, didampingi Rektor Unair Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin, mengajak mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) dan generasi bangsa lainnya. Untuk berperan aktif dalam dunia kewirausahaan, demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Wamen Perdagangan, mengajak Mahasiswa UNAIR untuk menjadi Wirausaha. Hal ini disampaikan dalam kuliah umum. Dengan tema “Young Entrepreneurs For a Better Future of Indonesia”. Kegiatan berada di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C UNAIR.

Menurutnya, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Yakni sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Tragedi Kanjuruhan, Persatuan Mahasiswa dan Pemuda Jawa Timur Meminta Tidak Saling Menyalahkan
“Kami melakukan business matching antara 804 UMKM dengan grup besar seperti MAP Group, IKEA, hingga Metro. Saat ini, sudah ada 107 UMKM yang berhasil lolos proses kurasi,” ungkap Dyah Roro di hadapan ratusan mahasiswa.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan terus mendorong penguatan sektor ini. Salah satunya melalui program business matching yang menghubungkan UMKM, dengan ritel modern domestik maupun internasional.
Selain memperkuat pasar dalam negeri, pemerintah juga memperluas akses pasar global, melalui peran atase perdagangan di 33 negara. Salah satunya Indonesia, telah menjalin berbagai perjanjian perdagangan internasional. Serta bekerja sama dengan World Trade ð (WTO).
“Berkat politik luar negeri Bebas Aktif, Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan kerja sama lintas negara secara luas,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa turut berdialog dengan pelaku usaha dari Asosiasi Franchise Indonesia (AFI). Terkait strategi memulai bisnis dan menghadapi tantangan global.
Menanggapi hal tersebut, Dyah Roro mendorong mahasiswa untuk memulai usaha. Dengan tujuan yang jelas, serta konsisten mengambil langkah kecil.
Ia juga menyampaikan bahwa dinamika geopolitik global dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian, khususnya di sektor pangan dan energi. Ia merekomendasikan buku Start with Why karya Simon Sinek sebagai referensi.
“Ubah pikiran negatif menjadi positif dengan langkah kecil yang konsisten. Orang sukses tidak diukur dari berapa kali mereka jatuh, melainkan dari bagaimana mereka bangkit,” tegasnya.
Di akhir acara, ia mengajak mahasiswa untuk terus mengembangkan diri dan memperluas jejaring. (M9)



Komentar