oleh

Vanessa Bebas, Mereka ini Yang Menjemputnya

Detiknews.id Sidoarjo – Tampak bahagia dan gembira pada raut wajah keluarga, sahabat, teman dan kuasa hukum Vanessa Angel. Pasalnya Vanessa Angel di nyatakan bebas setelah menjalani hukuman 5 bulan penjara terkait kasus prostitusi online yang membelenggunya.

Tepatnya Pk. 07.58 Wib, Vanessa Angel keluar dari Rutan Kelas 1 Surabaya Medaeng yang berlokasi di Jalan Letjend Sutoyo Waru Medaeng Wetan Sidoarjo. Mereka yang menjemput Vanessa Angel antara lain Kuasa Hukum Milano Lubis S.H, Tante Vanessa Reni Setyawan, Asisten / sahabat Vanessa Ana dan Mantan Mucikari Vanessa Tentri.

jual properti
Foto : Tante Vanessa, Reni Setyawan – detiknewsid/m9

Disinggung tentang Ayah Vanessa,  Tante Vanessa Reni Setyawan mengatakan, Vanessa tidak ada kontak dengan ayahnya. Dan untuk keberadaannya saya kurang tahu.

” Saya kesini menjemput keponakan saya, saya senang dia  bisa bebas, bisa melanjutkan aktivitasnya lagi. Biarlah ini menjadi pembelajaran yang berharga, dan tidak terulang lagi dikemudian hari, ” katanya. Minggu (30/06/2019)

Ditempat yang sama, asisten Vanessa Ana mengungkapkan, saya ikut mbak Vanessa 2 Minggu sebelum ada kasus ini. Kurang lebih ya 6 bulan. Walaupun baru tapi rasanya saya sudah dekat dan tahunan.

” Liku – liku perjalanan mbak Vanessa luarbiasa, dari terkena kasus hingga sidang saya selalu hadir. Memberikan semangat, saya juga ikut sedih menjalaninya. Alhamdulillah sekarang sudah bebas, setelah ini kami akan langsung ke Jakarta. Cukuplah 5 bulan 2 Minggu di Surabaya,” ungkapnya kepada Detiknews.id dengan mata berkaca-kaca.

Foto : Kuasa hukum Vanessa, Tante Vanessa dan tim pengamanan berlabel (Inie TV. Red) di bajunya – detiknewsid/m9

Kuasa Hukum Vanessa Milano Lubis menambahkan, kami berjuang untuk keadilan Vanessa. Dari materi kami muat sendiri dan banyaknya tekanan dari manapun, yang membuat client kami drop jatuh sakit beberapa hari. Tetap kami beri Support agar tetap tegar.

” Selain itu, kami memberi arahan yang harus dijalankan client. Akhirnya kami bisa menghadapi kasus ini dengan baik. Vonis 5 bulan dan bebas dalam waktu yang singkat merupakan kinerja luarbiasa bagi tim kami dalam memperjuangkan client,” tuturnya.

Pada dasarnya hak pribadi adalah hak yang boleh dilakukan pembatasan oleh negara. Pasal 32 UU HAM juga menyatakan bahwa setiap orang memiliki kebebasan Kemerdekaan dan rahasia dalam hubungan surat-menyurat termasuk hubungan komunikasi sarana elektronika tidak boleh diganggu, kecuali atas perintah hakim atau kekuasaan lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan.

Hubungan surat menyurat adalah hak pribadi, namun negara memberi perkecualian yang juga merupakan pembatasan. Demikian pula dalam UU ITE tentang pelanggaran kesusilaan. (M9)

Komentar

Berita Terkait