Detiknews.id Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 4,31 persen, secara bulanan (month-on-month) pada April 2026.
Volume peti kemas naik dari 114 ribu TEUs pada Maret menjadi 119 ribu TEUs pada April 2026. Peningkatan terutama berasal dari peti kemas internasional yang mencapai 116 ribu TEUs, dengan kontribusi ekspor sebesar 57 ribu TEUs dan impor 59 ribu TEUs.
Sekretaris Perusahaan PT Terminal Petikemas Surabaya, Erika Asih Palupi, menyebut pertumbuhan tersebut didukung peningkatan aktivitas perdagangan. Serta stabilnya layanan operasional di tengah proses transformasi perusahaan.

Empat TPS Magetan Pemungutan Suara Ulang, KPU RI dan KPU Jatim Saksikan Pendistribusian Logistik
“Meski tumbuh secara bulanan, TPS mencatat koreksi kinerja sebesar 5,5 persen secara tahunan (year-on-year). Sepanjang Januari–April 2026 menjadi 472 ribu TEUs, dibandingkan 498 ribu TEUs, pada periode yang sama tahun sebelumnya. Koreksi ini disebabkan ketidakseimbangan antara volume kargo dan kapasitas kapal,” tuturnya.
TPS menjalankan program transformasi operasional, melalui pengoperasian peralatan baru, termasuk 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) dan 4 unit Electric Container Crane.
Di sisi kinerja, TPS mencatat produktivitas bongkar muat rata-rata 50 box/ship/hour, di atas standar minimum 48 box/ship/hour. Ini ditetapkan Kementerian Perhubungan, melalui KSOP Utama Pelabuhan Tanjung Perak.
Sementara itu, TPS mempertahankan pangsa pasar 83 persen, peti kemas internasional di pelabuhan tersebut. DPC INSA Surabaya, mengapresiasi peningkatan efisiensi layanan dan kepastian operasional TPS bagi industri pelayaran. (M9)



Komentar