oleh

Tanah Karo Tanah Pejuang, Makam Pahlawan Terabaikan

DetikNews.id Karo – Tanah Karo adalah salah satu kota pejuang, terlihat dengan adanya Makam Pahlawan sebagai saksi sejarah di jalan Veteran Kabanjahe, tepatnya di depan Kantor Dinas Pendidikan dan di Samping Polres Tanah Karo.

Arwah Leluhur para pejuang Kemerdekaan ’45, terlihat terbujur kaku tinggal tulang belulang, mengerutu dan merintih, seoalah terdengar bisikan sayup “Musuh terbesar kita bukan penjajah, tetapi generasi kita sendiri, tidak mampu mengisi kemerdekaan dengan hal positif, kita telah menghadiakan kemerdekaan dengan titik darah penghabisan.”

Bukti Tanah Karo adalah kota Pejuang merupakan kebanggan warga Tanah karo, karna hanya ada dua Makam Pahlawan di seluruh Indonesia, salah satunya dikota Surabaya, dan di kota kita Tanah Karo.

Dengan berdiri Kokoh Tugu Bambu Runcing di kota Kabanjahe, dan Tugu Perjuangan di jantung kota Berastagi, merupakan bagian bukti sejarah kemerdekaan Indonesia.

Lalu terdengar Gerutukan Para Leluhur Pejuang Kemerdekaan 45 di antara gemercik riak hujan, teriakan Merdeka Atau Mati hanya kiasan. Masih banyak bukti kemerdekan yang terabaikan. Tugu bambu runcing yang berada di simpang Desa Beras Tepu, Tugu Halilintar di desa Singgamanik dan masih banyak tugu-tugu bukti sejarah yang bertaburan di Tanah Karo yang bisa jadi belum terarsipkan.

Hal tersebut menggugah hati Ramon Bangun (58) Jumat (28/6) pukul 16.00 WIB, salah satu cucu dari pahlawan Nasional Kiras Bangun yang dikenal dengan sebutan Gara Mata dan berdiri Monumen Nasional Perjuangan di desa Batu Karang, dan Juga anak dari Letkol.Purn Selamat Ginting atau disebut Kilap Sumangan yang monumenya juga tegak berdiri di Desa Singgamanik.

Ramon mengeluhkan kurangnya fasilitas prasarana di makam pahlawan, alangkah baiknya dibuat, kran air, jadi setiap peziarah akan lebih mudah untuk nyekar,” ujarnya.

“ Prasasti nama-nama Pejuang mungkin akan membantu anak cucu Pejuang kemerdekaan 45, yang mungkin hanya tau nama leluhurnya namun tidak tau letak posisinya tambah Ramon tersenyum,” tambahnya.

Sedikit mengingatkan, Ramon Bangun adalah salah satu putra terbaik Karo yang terbilang sukses berjuang di Ibu kota, pernah menjadi kandidat Calon Bupati Karo periode 2014-2019 dengan Paket (Radu) Ramon – Edi Ulina.

Pria berkumis dan tidak banyak bicara ini menyampaikan, Banggalah menjadi Generasi Penerus Tanah Karo, Karena orang Karo adalah pejuang dan pekerja keras, hormati leluhurmu, agar kita tau arti memperjuangkan itu tidak hanya dengan omongan, tapi harus dibarengi oleh perbuatan,” akhirnya di seputar makam pahlawan Kabanjahe. (War)

Komentar

Berita Terkait