oleh

Serbuan Vaksinasi di SMAN 2 Surabaya, Kapolda Jatim : Saya Bangga Sebagai Alumni

Detiknews.id Surabaya – Dalam rangka  HUT SMAN 2 Surabaya yang ke 71 dan membentuk Herd Immunity di Jawa Timur. Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta sebagai Alumni bangga, bersama Forkopimda Jatim melakukan pengecekan serbuan Vaksinasi Tahap II. Dengan target 1000 Dosis berbasis pelajar. Kegiatan berada di SMAN 2  Jalan Wijaya Kusuma Genteng Surabaya.


info

DetikNews.ID



Ada yang Menarik


lanjut baca berita


Forkopimda Jatim yang hadir, yaitu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kajati Jatim Mohammad Dofir, dan Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, serta Pejabat Utama Polda Jatim dan Pejabat Utama Kodam V Brawijaya.

Pelaksanaan Serbuan Vaksinasi tahap II diperuntukan kepada para pelajar SMAN 2 Surabaya. Dengan target sebanyak 1000 dosis vaksin. Didukung dengan Tenaga Kesehatan Gabungan baik dari TNI, Polri, Dinkes dan juga relawan total 48 personel.

Dengan rincian RS Bhayangkara 25 personil, Bid Dokkes Polda Jatim 5 personil, Dinkes Kota Surabaya 8 personil dan Relawan 10 personil serta bantuan personil dari Kodam V Brawijaya.

Dalam kunjungannya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan motivasi kepada para pelajar SMAN 2 Surabaya, untuk kedepan bisa menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.

“Untuk anak-anakku semua. Yang bercita-cita menjadi TNI, menjadi Jenderal. Kita ketahui disini ada dua Jenderal, Bapak Pangdam V Brawijaya, dan Pak Kasko Armada Dua. Yang bercita-cita menjadi Polisi, di sini ada Bapak Kapolda Timur, Pak Irjen Pol Nico Afinta, dan Pak Kabinda Jawa Timur ini juga berbintang,” ucap Gubernur dihadapan pelajar SMAN 2 Surabaya.

Menurutnya, semua ingin menjadi bagian yang ikut mendorong bagaimana percepatan vaksinasi di lingkungan. Kategorinya remaja, umur 12 hingga 17 tahun.

“Kita berharap, ketika ada percepatan vaksinasi di lingkungan SMA dan SMK. Ada dalam koordinasi Pemprov, tentu ini adalah tahapan proses pembelajaran tatap muka sudah bisa dimulai secara terbatas dan bertahap, kalau PPKM-nya sudah level 3, apalagi bisa level 2,” Paparnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, ini semua proses, dan tetaplah mengikuti proses pembelajaran yang sekarang berjalan. Masih dilakukan secara daring,  kemungkinan kita sedang melakukan exercise. Untuk pembelajaran tatap muka secara bertahap dan terbatas.

“Sesungguhnya ini adalah area di mana Bapak Kapolda Jatim menjadi bagian dari keluarga besar SMADA (SMAN 2 Surabaya). Tentu semangat itu mengalir pada seluruh siswa dan guru, wali murid dan semua yang hadir di sini. Saya ingin mendengarkan pikiran strategis dan semangat luar biasa dari beliau terutama dalam HUT ke 76 kemerdekaan Republik Indonesia,” imbuh Gubernur Jatim.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menambahkan, sebagai alumni SMAN 2 Surabaya pada tahun 1989 silam. Turut hadir melakukan peninjauan vaksinasi.

“Saya bangga pernah sekolah di sini, saya lulusan tahun 89. Bangga juga di HUT SMAN 2, telah mengadakan vaksinasi di sini. Supaya kita bisa melakukan vaksinasi semua, nantinya dengan keputusan pemerintah bisa belajar tatap muka,” ujarnya.

Kapolda Jatim juga memberikan motivasi kepada pelajar SMAN 2, untuk selalu ingat dengan 3 hal, yang disingkat dengan kata MANTAP yang berarti Iman, Kemauan dan Pengetahuan. Dengan menyampaikan 3 hal bekal untuk maju.

“Bekal pertama adalah Iman, apa pun kita sebagai manusia harus mempunyai iman yang kuat. Karena itu kunci dari kemampuan kita, kunci dari perjalanan seorang manusia dalam keimanannya. Adik-adik silahkan kalian beribadah sesuai agama kalian. Yang Islam sholat, Kristen ke Gereja dan Hindu ke Pura. Kuatkan iman, kuatkan kemauan untuk mencapai cita-cita. Lalu yang ketiga adalah Pengetahuan, ini penting untuk menyelesaikan persoalan,” tambahnya.

Kapolda Jatim juga menanamkan kepada para pelajar SMAN 2 harus MANTAP atau kemantapan hati, untuk mencapai cita-cita. Karena di masa datang Ilmu Pengetahuan membantu kita dalam menyelesaikan persoalan.

“Tapi persoalan tidak selesai tanpa Ilmu Pengetahuan, tetapi kalau kita punya Ilmu Pengetahuan tidak menyelesaikan permasalahan itu juga akan menjadi sia-sia,” kata Kapolda Jatim.

Kapolda berharap, semua pelajar di Jawa Timur khususnya SMAN 2 punya pengetahuan dan pekerjaan sehingga nanti bisa berguna bagi masyarakat sendirinya.

“Saya yakin lulusan SMAN 2 pasti menjadi orang-orang yang berguna. Sekali lagi semangat adik-adik, gantungkan cita-cita, kita naik gunung butuh perjuangan. Kita melihat puncak gunung apakah kita bisa yakin sampai ke sana. Sampai kegunung tergantung tadi, MANTAP iman, kemauan, dan pengetahuan,” tandas Kapolda.

Kegiatan selanjutnya, penyerahan bantuan sosial secara simbolis berupa Alat Kesehatan kepada Kepala Sekolah, Perwakilan Guru dan Pelajar SMAN 2 Surabaya oleh Forkopimda Jatim. (M9)

Mungkin Anda Suka

Komentar