oleh

Rumah Sakit Bhakti Wara PHK 40 Karyawan

Print This News Print This News

PANGKALPINANG – Sebanyak 40 tenaga medis dan non medis Rumah Sakit Bhakti Wara Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang di PHK keberatan dengan uang pesangon 2 bulan gaji yang dijanjikan oleh pihak manajemen Yayasan Bhakti Wara (YBS). 

info DetikNews.ID

lanjut baca berita

“Baru kemarin kami mendapat surat pemberitahuan, hari ini kami diajak rapat oleh pihak rumah sakit untuk membahas uang pesangon. Kami keberatan karena uang pesangon yang dijanjikan oleh pihak manajemen hanya 2 bulan gaji. Itu dipukul rata untuk semua karyawan,”ujar Yasi Purwanto salah – satu perawat RS Bhakti Wara yang terkena PHK, Rabu (9/9/2020).

Yasi menyebutkan karyawan yang di PHK sebagaian besar karyawan lama yang telah mengabdi selama 2 hingga 17 tahun. Dengan begitu selayaknya perusahaan dapat menerapkan peraturan ketenagakerjaan dengan masa kerja pada masing-masing karyawan.

“Intinya kami minta agar pesangon yang kami terima harus sesuai. Apalagi saya sudah bekerja selama 9 tahun lebih, tapi kok cuma menerima uang pesangon 2 bulan gaji,” katanya.

Yasi mengungkapkan jika alasan managemen Rumah Sakit Bhakti Wara melakukan PHK terhadap para karyawan dikarenakan terdampak pandemi COVID-19 sehingga mengakibatkan pendapatan rumah sakit mengalami penurunan.

“Alasan manajemen pasien sepi. Tapi kan tidak harus mengorbankan kami apalagi memberikan uang pesangon hanya 2 bulan gaji, cukup apa,” tegasnya.

Harapan Yasi kepada managemen Rumah Sakit Bhakti Wara agar uang pesangon dapat di sesuaikan dan mengikuti peraturan pemerintah.

“Saya sudah menanyakan kepada manajemen, kata mereka uang menipis karena COVID-19. Saya jawab itu bukan urusan kami, kami hanya bekerja dan menjalankan tugas,” tegasnya.

Yasi juga menyayangkan menajemen RS Bhakti Wara yang menurutnya terkesan tututup menyangkut keuangan yang diamali.

“Baru dua bulan terakhir kami baru dikasih tau jika kondisi keuangan memburuk. Tentu saja kami kaget apalagi surat PHK kami terima kemarin hanya melalui pesan WhatsAap,” terangnya.

Senada dikatakan Lena perawat yang telah 17 tahun berkeja di RS Bhakti Wara mengaku tidak dapat menerima dengan kebijakan perusahaan yang akan memberikan uang pesangon sebesar 2 bulan gaji. Dengan wajah sedih, wanita tambun ini meminta pihak manajemen dapat segera menin jau ulang kebijakan tersebut.

“Sangat keberatan pak kalau cuma menerima uang pesangon 2 bulan gaji, saya sudah 17 tahun bekerja kok disamaratakan dengan karyawan baru. Kalau di PHK kami siap tapi harus sesuai dengan undang-undang berlaku,”kata Lena.

Sementara Ketua Yayasan Bhakti Wara yang menaungi Rumah Sakit Khatolik Bhakti Wara Pangkalpinang, Benny Sorliam Nasiup mengungkapkan, jika PHK yang dilakukan manajemen terhadap 40 karyawan tersebut telah melalui proses sosialisasi karena kondisi rumah sakit yang mengalami divisit pemasukan akibat pandemi COVID-19.

“Kami coba bertahan dan terus bertahan tapi jujur kondisi rumah sakit itu tidak memungkinkan untuk kita melanjutkan dengan jumlah karyawan yang ada. Jadi sama seperti kapal yang diterpa tauopan, badai luar biasa. Maka untuk menyelamatkan kapal ini harus ada beban-benan yang harus dikeluarkan,”ujar Benny.

Benny menyembutkan kondisi keuangan RS Bhakti Wara menjadi pemicu pihaknya melakukan PHK terhadap 40 karyawan. Terlebih lagi dampak COVID-19 yang menurutnya telah memporak porandakan semua sektor termasuk RS Bhakti Wara karena mengalami pengurangan pasien.

“Rumah sakit itu tempat orang sakit jadi orang membayangkan bahwa disana (rumah sakit) adalah sarangnya penyakit sehingga orang takut datang dan karena itu jumlah pasien kita semakin berkurang, ini penyebabnya,”kata Benny.(ale/tim)

DIRGAHAYU TNI 75
Header

Komentar

Berita Terkait