Ratusan Ekor Burung Ilegal Disita Barantin di Pelabuhan Ketapang

Penyelundupan 493 ekor burung, ditemukan Badan Karantina Indonesia (Barantin) di Kapal KMP Mutiara Perkasa

Detiknews.id Banyuwangi – Badan Karantina Indonesia (Barantin), berhasil  menggagalkan upaya penyelundupan 493 ekor burung, tanpa dokumen resmi (ilegal).  Penyelundupan digagalkan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Ratusan ekor burung ilegal disita oleh petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur bersama TNI AL Lanal Banyuwangi dan pihak ASDP. Barang bukti berhasil disita, saat melakukan pemeriksaan di Dermaga Landing Craft Machine (LCM).

Kepala Karantina Jawa Timur, Sokhib, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan pengiriman satwa dari Bali menuju Jawa tanpa dokumen karantina.

Petugas sempat memeriksa sebuah truk yang dicurigai membawa burung, namun tidak menemukan barang bukti. Setelah melakukan penyisiran di dalam kapal KMP Mutiara Perkasa, petugas menemukan sejumlah kotak berisi burung yang disembunyikan di ruang CO2 kapal.

“Modusnya sering berpindah alat angkut, sehingga satwa burung kerap tidak ditemukan. Namun kali ini petugas lebih jeli,” kata Sokhib dalam keterangan tertulis.

Dari hasil pemeriksaan, ratusan burung tersebut terdiri atas berbagai jenis, di antaranya: anis merah, cendet, trucuk, cucak jenggot, pleci, madu sriganti, dan cikrak daun.

Petugas menduga burung dipindahkan dari truk ke ruang kapal untuk mengelabui pemeriksaan. Dugaan keterlibatan oknum awak kapal dan sopir truk masih didalami.

Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Karantina Ketapang, Fitri Hidayati, mengatakan, praktik penyelundupan satwa melalui jalur tersebut kerap terjadi. Ia menegaskan setiap pengiriman hewan antarpulau wajib dilengkapi sertifikat karantina sesuai Undang-Undang Nomor 21 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

“Pemeriksaan karantina penting untuk memastikan hewan yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat dan tidak membawa penyakit yang membahayakan daerah tujuan,” jelasnya.

Saat ini seluruh burung telah diperiksa kesehatannya dan akan diserahkan ke lembaga konservasi. Untuk dilepasliarkan. Sementara itu, pemeriksaan terhadap terduga pelaku masih berlangsung. (M9)

Komentar

Berita Terkait