oleh

PPK Teluknaga Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu 2019

Detiknews.id.Tangerang – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Teluknaga menggelar rapat Pleno rekapitulasi surat suara pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2019, yang berjalan hampir 3 hari lebih kedepan.

Kegiatan yang dikawal pihak Kepolisian dan TNI, dihadiri timses serta saksi pilpres dan pileg dari berbagai partai politik, di Gedung Pertemuan Hengky, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Sabtu (20/4/19).

Menurut Ketua PPK Teluknaga, Aja Mintarja, bahwa rapat pleno yang dilakukannya menggunakan empat panel, dengan sitem transfaransi untuk masyarakat, agar semua pelaksanaan rekapitulasi penghitungan surat suara tercoblos berjalan lancar.

“Kegiatan hari ini empat desa yang kita plenokan, sengaja ini terbuka untuk warga, agar semua bisa tahu hasil dari pemilu, tapi bisa juga kalau selesainya lebih cepat kita tambahkan dengan desa yang lain, kita lihat waktu serta kesiapan kami semua,” terangnya.

Aja mengakui dirinya masih banyak memiliki kesalahan dalam menjalankan pungsinya sebagai pelaksana tugas pemilu ditingkat kecamatan. Kendati demikian, dirinya tidak menutup masyarakat untuk membuat pengaduan ketingkat yang lebih tinggi, bila ditemukan pelanggaran pemilu.

“Saya memang masih banyak kelemahan dan kekeliruan, tentu subtansinya bahwa tidak ada orang yang lakukan sebuah hal yang negatif terkait hasil pemilu, bila memang ditemukan pelanggaran silahkan laporkan, saya ingin Teluknaga ini jadi stikma tidak ada lagi permainan angka,” lugasnya.

Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Teluknaga, Subur Maryono mengatakan, dirinya telah mendapat mandat dari Bawaslu Kabupaten Tangerang mengenai banyaknya pengaduan dari masyarakat mengenai pemberkasan hasil penghitungan suara perdesa.

“Kami dapat surat imbauan dari Bawaslu Kabupaten Tangerang, bahyaknya laporan dari warga bahwa terjadi selisih antara C1 pleno dan C1 lampiran, dikarenakan KPPS bekerja cukup lelah kami tidak nyalahkan,” ucapnya.

Lanjut Subur menjelaskan, dengan adanya perbedaan pemberkasan catatan hasil pemilihan umum, dirinya mewakili Bawaslu Kabupaten Tangerang untuk mencegah, segala sesuatu yang tidak diingin terjadi diwilayah Kecamatan Teluknaga, saat rapat pleno berlangsung.

“Ini bukan kesalahan pribadi karena memang terlalu lelah, akhirnya diduga ada perbedaan C1pleno dengan lampiran, dengan ini kami wakili Bawaslu Kabupaten Tangerang untuk hindari hal-hal kecurigaan peserta pemilu dengan penyelenggara,” ujarnya.

Dalam hal ini, Subur telah meminta pihak PPK dalam rapat pleno rekapitulasi dengan membuka serta memberitahukan pada peserta pemilu dengan 2 mekanisme yang akan ditentukan PPK, agar seluruh masyarakat bisa mengetahui dengan jelas hasil pemilu 2019.

“Kami himbau pada PPK dalam pleno rekapitulasi pilpres dan pileg, untuk periksa serta umumkan hasil hitung suara dengan cara, buka C1 pleno dicocokan dengan sertifikat hasil hitung suara model C1 saat pleno tingkat kecamatan, dan umumkan hasil hitung suara paling lama 7 hari dilingkungan TPS yang mudah diakses publik,” tandasnya.

(red).

Komentar

Berita Terkait