Polres Metro Jakarta Timur Tangkap Pembuat Vidio Hoax Penutupan Jalan Cipinang Melayu Jakarta Timur.

Jakarta, Detiknews.id — Maraknya Vidio Hoax yang menyesatkan masyarakat semakin hari semakin bertambah jumlahnya di Media Sosial.Salah satunya juga terjadi diwilayah Cipinang Melayu Jakarta Timur.

Kejadian Sabtu, tanggal 28 Maret 2020, pukul 17.00 wib, seorang tersangka bernama Hetriyadi alias Buyung, usia 45 Tahun, salah seorang Kurir dari PT. Indocom, Jl. Harapan 3A RT.06/RW.10 Kel. Cipinang Melayu, telah membuat video viral di Jl. Inspeksi Tarum Barat Kali Malang yang memberikan informasi atau berita HOAX tentang penutupan akses jalan atau Lockdown Cipinang Melayu. Dimana di dalam video tersebut pelaku mengatakan, “BOS, LAPORAN BOS, CIPINANG MELAYU AKSES SUDAH DITUTUP LOCKDOWN, SEMUA PINTU DITUTUP, SUDAH TIDAK BISA UNTUK BEBAS KELUAR MASUK, SUDAH DITUTUP SECARA PERMANEN SAMPAI WAKTU YANG TIDAK BISA DITENTUKAN”.

Baca Juga
Pembina FPII Cecep Hidayat, SH : Kedepannya Cakra Bhayangkara News Akan Merger Dengan Perusahaan Swasta

Setelah dilakukan penyelidikan, oleh Polres Jakarta Timur, fakta yang ditemukan di lapangan adalah bahwa video tersebut merekam tentang penutupan lokal akses Jl. Kampung Bayur oleh pengurus RT/RW yang dikerjakan oleh PT. Wika, namun penutupan tidak dilakukan secara permanen dan keseluruhan, melainkan dilakukan penutupan sementara dan tetap disiapkan 1 (satu) jalur untuk keluar masuk kendaraan. Penutupan tersebut dilakukan oleh warga karena ada 1 (satu) warga yang berstatus ODP.

Video viral mengenai informasi atau berita HOAX tentang penutupan akses atau Lockdown Cipinang Melayu tersebut dikirim oleh pelaku pertama kali ke grup Whatshapp “LOGISTIK” yang merupakan grup kantor tempat tersangka bekerja.

Dari tersangka disita barang bukti satu unit Handphone Realme 5 Pro yang digunakan untuk mengambil video.

Baca Juga
Ketua Forwaka Babel Sambangi Sekretariat Forwaka Kejagung, Ini Pesan Morilnya Untuk Anggota

Tersangka dan barang bukti saat ini sudah di amankan di Polres Metro Jakarta Timur untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

(Andy Sagita.)

Komentar

Berita Terkait