Pengabdian Masyarakat Alumni DVE Unair 2025 Gandeng IM2B, Edukasi Kesehatan Kulit dan Peringati Hari AIDS Sedunia

Alumni Spesialis: Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Fakultas Kedokteran Unair (DVE Unair)

Detiknews.id Surabaya – Pengabdian masyarakat (Pengmas) digelar oleh Alumni Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Fakultas Kedokteran Unair (DVE Unair). Bersama Komunitas Olahraga, IKA Smada Melaku Melayu Bareng (IM2B) Surabaya. Dalam rangka Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga (Unair) dan Peringatan ke-112 Pendidikan Dokter di Surabaya.

Pengmas alumni DVE Unair 2025, menggandeng IM2B / M9

Pengmas alumni DVE Unair 2025, menggandeng IM2B. Diisi dengan edukasi Kesehatan Kulit. Sekaligus memperingati Hari AIDS Sedunia, yang jatuh pada tanggal 01 Desember 2025. Dihadiri Ketua Acara Pengmas Dies Natalis FK UNAIR 2025, dr. Marina Haroen, Sp. DVE., FINSDV didampingi Ketua Alumni Prodi DVE UNAIR dr. Evy Ervianti, Sp. DVE., Subsp. DT, FINSDV., FAADV dan Ketua IM2B, Prof. Yose S. Beal dan ratusan peserta.

Edukasi Kesehatan Kulit, bertajuk “Glow with Protection: The Power of Sunscreen”. Mengajak masyarakat, meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para penggemar aktivitas luar ruangan. Akibat  bahaya paparan sinar matahari berlebihan dan pentingnya perlindungan kulit yang efektif.

Ketua Panitia Pengmas, dr. Marina Haroen, Sp.DVE., FINSDV / M9

Ketua Panitia Pengmas, dr. Marina Haroen, Sp.DVE., FINSDV, menjelaskan, bahwa ia menekankan pentingnya kesehatan kulit meski aktif berolahraga. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat mengajak Olahraga Sehat, dan Kulit Terlindungi.

“Sinar matahari pada intinya baik, tetapi sengatan sinar UV dapat merusak DNA sel kulit, mempercepat penuaan. Hingga meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit seperti karsinoma dan melanoma. Kami berharap, masyarakat dapat terus menjaga kesehatan fisik maupun mental sekaligus lebih sadar akan pentingnya perlindungan kulit dan pencegahan penyakit menular,” jelasnya, usai kegiatan di Lapangan Marinir Bogowonto, Surabaya.

Melalui kegiatan ini, para dokter spesialis kulit menekankan pentingnya perlindungan kulit saat berolahraga di luar ruangan. Paparan sinar matahari berlebih dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit hingga kanker kulit. Peserta dibekali pengetahuan mengenai penggunaan sunblock atau sunscreen, perbedaan sediaan kimiawi dan fisik, serta kesesuaian penggunaannya pada bayi maupun anak-anak.

Ketua IM2B, Prof. Yose S. Beal / M9

Sementara, Ketua IM2B, Prof. Yose S. Beal, mendukung kegiatan ini. Menurutnya, proteksi kulit kini menjadi prioritas bagi komunitasnya.

“Kegiatan kami ini olahraga outdoor, khususnya lari dan jalan kaki, jadi proteksi kulit itu wajib. Kebetulan anggota kami, dr. Marina, juga dokter kulit, sehingga banyak hal yang bisa kami konsultasikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa perawatan kulit bukan hanya soal penampilan, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya sehat para pelari. “Selain sehat dalam keimanan, kulit dan penampilan juga penting. Ini sudah menjadi culture.”

“Dengan edukasi tersebut, IM2B berharap para pelari semakin konsisten melindungi kulit dan lebih percaya diri dalam memilih produk yang aman untuk penggunaan jangka panjang,” ungkapnya.

Selain edukasi terkait kesehatan kulit, juga didukung Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski).  Untuk memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember. Para peserta menerima materi mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS, termasuk pencegahan, deteksi dini, dan stigma yang masih sering muncul di masyarakat.

Ketua Bidang 3 PERDOSKI, Cabang Surabaya, dr. Ita Puspita Dewi, Sp.DVE., FINSDV., FAADV / M9

Hal ini dijelaskan oleh, Ketua Bidang 3 Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Cabang Surabaya, dr. Ita Puspita Dewi, Sp.DVE., FINSDV., FAADV., ia mengapresiasi dan memberikan edukasi. Pentingnya masyarakat, untuk memahami tentang HIV/AIDS.

Peringati Hari AIDS Sedunia / M9

“Pengmas menyasar komunitas yang gemar berolahraga. Materi yang disampaikan saya rasa sesuai, karena tabir surya berfungsi sebagai pelindung dan menghindarkan dari kelainan kulit jangka panjang. Seperti kanker kulit dan seborrheic keratosis. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS,” pungkasnya. (M9)

Komentar

Berita Terkait