Detiknews.id Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan PT Terminal Teluk Lamong (TTL), bersama Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) memperkuat komitmen pengelolaan bisnis berkelanjutan melalui forum Coffee Morning. Kegiatan bersama Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (DPW ALFI/ILFA) Jawa Timur di Surabaya.

Pelindo dan ALFI Jatim, memperkuat sinergi pengelolaan bisnis berkelanjutan. Melalui Forum Cofee Morning, menjadi wadah penguatan komunikasi, kolaborasi, dan sinergi lintas sektor. Guna menciptakan sistem operasional kepelabuhanan yang lebih terintegrasi, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan industri logistik.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, mengatakan peningkatan kualitas layanan terminal petikemas tidak dapat dilakukan secara terpisah oleh masing-masing pihak. Menurutnya, keterlibatan seluruh ekosistem logistik diperlukan untuk mempercepat pencapaian target bersama.
“Pelabuhan merupakan ekosistem yang melibatkan banyak pihak. Oleh karena itu, peningkatan layanan membutuhkan kolaborasi dan komunikasi yang kuat. Antara operator, pengguna jasa, pelaku logistik, perusahaan pelayaran, serta stakeholder terkait lainnya,” ujar Erika.
Dalam forum tersebut, isu kepadatan aktivitas terminal petikemas dan masa penumpukan kontainer. Menjadi salah satu pembahasan utama, seiring meningkatnya volume arus barang.
Erika menjelaskan tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kapasitas infrastruktur, tetapi juga efisiensi sistem pelayanan dan kedisiplinan operasional seluruh pihak.

dr. Agus Ali Fauzi : Ini Rahasianya, 435 Auto Family Menikmati Hidup Sehat di era New Normal
“Tantangan kepadatan juga dipengaruhi oleh efektivitas sistem pelayanan, kecepatan administrasi, sinkronisasi data. Hingga kedisiplinan proses operasional di lapangan. Kondisi ini menuntut pola operasional yang lebih responsif, serta penguatan koordinasi lintas entitas dan instansi,” katanya.
Selain membahas aspek operasional, forum juga menyoroti pentingnya transformasi budaya kerja di ekosistem pelabuhan agar lebih adaptif, responsif terhadap perubahan, dan berorientasi pada pelayanan prima guna meningkatkan daya saing logistik nasional.
Dalam pertemuan tersebut, pelaku usaha yang tergabung dalam DPW ALFI/ILFA Jawa Timur, turut menyampaikan sejumlah masukan strategis. Terkait kondisi operasional di lapangan.
Beberapa poin yang disepakati untuk ditindaklanjuti bersama meliputi standardisasi layanan bongkar muat, optimalisasi lapangan penumpukan. Untuk mencegah bottleneck, serta penguatan konsistensi sistem digital. Guna memangkas birokrasi dan waktu tunggu (dwelling time).
Kegiatan itu diakhiri dengan komitmen bersama untuk melakukan evaluasi berkala. Demi mewujudkan operasional pelabuhan yang lebih kompetitif, efisien, dan berkelanjutan.
Pengelola terminal menyatakan akan terus melakukan evaluasi proses operasional, penguatan koordinasi layanan, optimalisasi fasilitas pelabuhan, serta peningkatan pemanfaatan sistem digital untuk mendukung pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan efisien.
Sementara itu, DPW ALFI/ILFA Jawa Timur bersama pengguna jasa menyatakan komitmennya, mendukung kelancaran operasional pelabuhan.
Melalui peningkatan kepatuhan terhadap prosedur layanan, optimalisasi perencanaan logistik, percepatan administrasi, serta penguatan komunikasi dengan operator terminal dan instansi terkait. (M9)



Komentar