oleh

PDAM Tirta Malem “Bangkrut” Dalam Tempo 5 Bulan , PT AWK Jamin Air Datang 24 Jam

Detiknews.id Karo – Melihat kondisi PDAM Tirta Malem semakin terpuruk, dari tahun ke tahun tidak ada peningkatan prestasi, Pemkab Karo selaku pemilik Badan Usaha Milik Daerah itu disarankan menggandeng pihak investor dalam bentuk kerjasama joint venture atau joint operation atau kerjasama operasional (KSO).

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Karo, Firman Firdaus Sitepu, SH, Rabu (4/12) ketika dimintai tanggapannya melalui telepon selulernya terkait kondisi PDAM Tirta Malem yang tidak pernah sepi dari sorotan masyarakat.
Skema kerjasama ada banyak pilihan, misalnya, business to business yang dituangkan dalam kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU). Artinya murni kedepannya investor lah yang tanamkan investasinya dalam bentuk jangka waktu beberapa tahun, jelasnya.

jual properti

“Disebut yang membangun nantinya semuanya pihak swasta (investor) tersebut termasuk mulai dari tahapan melakukan study kelayakan maupun pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) sehingga tidak membebani APBD Karo,” beber politisi Golkar itu.

PDAM Tirta Malem, sambung Firman Firdaus Sitepu, sudah puluhan tahun berdiri tapi bukannya semakin meningkat prestasinya malah semakin menampakkan kebobrokannya. Kasihan pegawai hampir satu tahun tidak menerima hak-haknya. Belakangan PLN memutus arus listrik karena tagihan rekening sudah mencapai Rp 1 milyar belum terbayar, sehingga PDAM Tirta Malem tidak bisa lagi optimal menyuplai air bersih kepada pelanggannya. “Tak ayal satu bulan lebih air tidak jalan ke pelanggan. Sehingga wajar PDAM Tirta Malem mendapat sorotan tajam dari masyarakat,” ketusnya.

Bisa dikatakan, kalau ingin BUMD milik Pemkab Karo itu pulih dan sehat, sudah saatnya Pemkab Karo menggandeng pihak swasta (investor) yang memang sudah teruji handal dibidang pengelolaan air minum. Undang beberapa investor, berikan kesempatan pemaparan, mana nanti yang terbaik berikan kesempatan KSO membenahi PDAM Tirta Malem yang kondiosinya kian “kolaps” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, PT Alam Wiratama Kencana bersedia menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo untuk penyedian air bersih di daerah itu. Berdiri sejak tahun 1985, perusahaan yang lagi melejit di Pulau Jawa dan berpengalaman dalam bidang Water and Waste Water Treatment mencoba menawarkan penyediaan air bersih yang dijamin datang kerumah warga selama 24 jam, bahkan bisa langsung diminum.

PT Alam Wiratama Kencana merupakan Authorized Representative Office dari Ultra-Flo, USA yang telah berpengalaman lebih dari 38 tahun dalam dunia Water Treatment dan telah dipergunakan di berbagai negara seperti Australia, China, Thailand, Turkey, Singapura, Indonesia dan beberapa negara lainnya.

Terpisah, salah seorang direktur PT Alam Wiratama Kencana, Rusli Kaban yang juga seorang putra Karo, ketika dihubungi wartawan, Rabu (4/12) melalui telepon selulernya, menyikapi persoalan air bersih di kota Kabanjahe yang dikelola PDAM Tirta Malem sudah puluhan tahun tidak sanggup memenuhi kebutuhan air minum di daerah itu.
Rusli Kaban memaparkan, sejak 1990, PT AWK telah memberikan berbagai solusi pengelolaan air untuk industri-industri, diantaranya, Food and Food Processing Industries, Pharmaceutical and Chemical Industries, Textile, Electroplating, Silicon Wafer, Semi-Conductor, Elektronic Industries, Hotels, Resorts, Estates, And Municipal Water, Shopping Mall, Residential and Codominium.

Kami menggunakan sistem membran, yakni beberapa kunggulan seperti, biaya investasi yang lebih kecil, biaya produksi yang efesien, sistem bersifat modular, meminimalisir human error, kualitas air yang stabil dan prima, membantu menciptakan greenzone dan sistem yang mandiri, ucapnya.

Sumber air yang bisa diolah dan dikelola oleh PT Alam Wiratama Kencana, yakni air baku, air sungai, air danau dan air laut dengan menggunakan tehknologi mutakhir dari Amerika dan Arab. “Dengan mesin dan tekhnologi itu, Air Sungai Lau Biang di seputaran Laudah, Kabanjahe bisa dimanfaatkan menyuplai air bersih, bahkan dipastikan air berlimpah, selama 24 jam air datang ke rumah-rumah pelanggan,” jelas Rusli Kaban.

Pengolahan air minum yang dikelola PT Alam Wiratama Kencana, diantaranya, Pantai Indah Kapuk, Jakarta sejak tahun 2016, Wisma Bidakara, Jakarta sejak 2014, Galaxi Mall, Surabaya sejak tahun 2010, City Of Tomorrow Mall Surabaya sejak 2010, Hotel JW Marriot, Surabaya, sejak 2009, Pasar Atom Mall Surabaya sejak 2009, Jaya Paragon Hotel Surabaya sejak 2009, PDAM Tarakan, Kalimantan Timur, sejak 2006, PT Multi Sari Makasar sejak tahun 2006, PDAM Buleleng, Singaraja sejak tahun 2004, Pemkab Pamekasan sejak tahun 2002.

Dijelaskan Rusli Kaban yang juga putra daerah, kelahiran desa Bintang Meriah Kecamatan Kutabuluh Kabupaten Karo, merasa prihatin melihat kondisi PDAM Tirta Malem Kabanjahe. Dia mengaku merasa tertantang menghadirkan PT Alam Wiratama Kencana di daerah kelahirannya sendiri untuk memenuhi kebutuhan air minum.

“Seandainya ada kesepahaman dengan Pemkab dan DPRD Karo, kami hanya butuh waktu 5 bulan saja, untuk mengerjakan pembangunan instalasi, mesin dan peralatan pendukung. Pegawai PDAM tetap difungsikan sesuai kebutuhan dengan catatan kami berdayakan dengan manajemen professional, Pemkab Karo hanya menyediakan tanah seluas 1500 meter m2 dekat Laudah,” tutur Rusli Kaban. (Ius)

Komentar

Berita Terkait